Agar Mobil Tetap Prima, Ikuti 6 Rekomendasi Perawatan Berikut
Marknews.id – Merawat mobil bukan sekadar menjaga tampilan luar, tetapi juga memastikan performa kendaraan tetap prima dalam jangka panjang. Menurut studi Automotive Aftermarket Industry Association, kendaraan yang dirawat secara rutin mampu bertahan hingga 300.000 kilometer. Sebaliknya, mobil yang jarang diperhatikan perawatannya rata-rata hanya mampu menempuh 100.000 kilometer.
Dikutip dari DetikOto menurut Apriyanto Yuwono, National Sales Manager Passenger Car Radial (PCR) Hankook Tire Sales Indonesia, menegaskan bahwa perawatan sebaiknya dilakukan sejak awal pembelian mobil, bukan menunggu muncul masalah. Kebiasaan ini membantu menekan risiko kerusakan fatal, mengurangi potensi kecelakaan, sekaligus menghemat biaya perbaikan.
1. Rutin Mengganti Oli Mesin
Oli merupakan pelumas vital yang melindungi mesin dari gesekan berlebih, menjaga suhu tetap stabil, hingga membersihkan sisa pembakaran. Idealnya, oli diganti setiap 6 bulan atau 10.000 km. Jika mesin terdengar kasar atau indikator oli menyala, itu tanda sudah waktunya penggantian. Menunda pergantian oli berisiko menyebabkan kerusakan serius pada mesin.
2. Memeriksa Radiator dan Sistem Pendingin
Radiator berfungsi menjaga kestabilan suhu mesin agar tidak overheat. Overheat bisa merusak komponen mesin permanen. Disarankan melakukan pengurasan cairan radiator setiap 2 tahun atau 40.000 km. Bila cairan sudah berubah warna menjadi keruh atau kecokelatan, segera lakukan penggantian. Hindari menggunakan air biasa karena dapat menimbulkan karat pada sistem pendingin.
3. Mengecek Kondisi Kampas Rem
Rem merupakan sistem keselamatan utama. Kampas rem idealnya memiliki ketebalan minimal 3 mm (depan) dan 2 mm (belakang). Untuk mobil manual, kampas biasanya perlu diganti setelah 60.000–70.000 km, sedangkan mobil otomatis lebih cepat, yakni pada kisaran 35.000–40.000 km. Tanda kampas perlu diganti antara lain bunyi berdecit dan berkurangnya daya cengkeram saat pengereman.
4. Menjaga Keseimbangan dan Posisi Ban
Ban yang tidak presisi bisa menurunkan kenyamanan sekaligus mempercepat keausan. Untuk itu, lakukan spooring dan balancing secara berkala. Spooring memastikan sudut roda kembali ke posisi standar, sementara balancing menjaga distribusi beban ban dan velg tetap seimbang. Indikasi perlunya perawatan ini biasanya terlihat dari getaran setir, mobil cenderung menarik ke satu sisi, atau terasa kurang stabil. Idealnya dilakukan setiap 10.000–20.000 km.
5. Mengatur Tekanan Angin Ban
Tekanan ban yang sesuai tidak hanya menjaga stabilitas dan kenyamanan, tetapi juga membantu efisiensi bahan bakar. Tekanan yang kurang menyebabkan ban cepat aus di sisi samping, sedangkan tekanan berlebih membuat ban keras dan grip berkurang. Standar tekanan angin berbeda sesuai jenis mobil, misalnya MPV (33–36 Psi), City Car (30–36 Psi), Sedan (30–33 Psi), dan SUV (35–40 Psi).
6. Memperhatikan Usia dan Kondisi Ban
Ban adalah satu-satunya komponen yang bersentuhan langsung dengan jalan. Banyak pengendara baru mengganti ban jika sudah bocor, padahal usia pemakaian juga penting. Ban sebaiknya diganti setiap 2–3 tahun atau setelah menempuh jarak 40.000 km. Periksa juga batas aus pada pola telapak (TWI) untuk mengetahui kelayakan ban.
Kesimpulan
Perawatan mobil sebaiknya dilakukan secara preventif, bukan reaktif. Dengan mengganti oli tepat waktu, menjaga sistem pendinginan, memeriksa kampas rem, melakukan spooring dan balancing, serta memperhatikan kondisi ban, usia kendaraan bisa lebih panjang dan risiko kerusakan besar dapat dihindari.
Bagi pengendara baru, memahami pentingnya perawatan ini bukan hanya soal kenyamanan berkendara, tetapi juga investasi jangka panjang yang bisa menghemat biaya dan menjaga keselamatan di jalan.











