Transmigrasi Fun Run di Lereng Merapi Gabungkan Olahraga, Wisata dan Penguatan UMKM
MARKNEWS.ID — Transmigrasi Festival 2026 di d’Kaliurang Camping Ground, Hargobinangun, Pakem, Sleman, menjadi ruang pertemuan antara olahraga, pariwisata, promosi program transmigrasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Salah satu rangkaian kegiatan yang menarik perhatian adalah Transmigrasi Fun Run. Sebanyak 936 peserta ambil bagian dalam kegiatan lari tersebut. Jumlah itu mendekati 1.000 peserta, meski pada waktu bersamaan sejumlah kegiatan lain juga berlangsung di Yogyakarta, termasuk tiga event di wilayah Sleman.
Peserta tidak hanya datang dengan perlengkapan olahraga. Sejumlah pelari mengenakan kostum bernuansa karnaval yang membuat suasana kegiatan semakin semarak. Panitia juga menyiapkan berbagai hadiah, mulai dari sepeda listrik hingga sepeda motor Yamaha NMax.
Dorong Perubahan Citra Program Transmigrasi
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sleman, Yudi Prihananta, mengatakan Transmigrasi Fun Run digagas oleh Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BBPPMT) Sleman di bawah Kementerian Transmigrasi dan diselenggarakan melalui kolaborasi dengan Kadin Sleman.
Menurut Yudi, kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai agenda olahraga, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan perkembangan program transmigrasi kepada masyarakat.
“Tujuannya adalah support tourism, sekaligus mengenalkan program transmigrasi. Saat ini program transmigrasi sudah mengalami perubahan. Transmigrasi tidak lagi hanya berfokus pada mobilisasi masyarakat, tetapi juga bagaimana memperkenalkan produk-produk unggulan dari kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Yudi.
Ia menilai pendekatan tersebut dapat memperluas pemahaman masyarakat terhadap transmigrasi. Program tersebut, kata dia, juga dapat dikaitkan dengan pengembangan potensi ekonomi yang muncul di kawasan transmigrasi.
“Melalui kegiatan seperti ini, program-program transmigrasi dapat lebih dikenal masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan transmigrasi,” katanya.
Upaya Menghidupkan Kembali Pariwisata Kaliurang
Kepala BBPPMT Sleman, Tunggak Santosa, mengatakan Transmigrasi Fun Run juga diarahkan untuk mendukung kebangkitan pariwisata di kawasan Sleman Utara, khususnya Kaliurang.
Ia menjelaskan, kawasan tersebut menghadapi persaingan dengan destinasi wisata di wilayah lain. Karena itu, diperlukan kegiatan kreatif yang mampu menghadirkan pengunjung sekaligus memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami ingin bersama-sama mengembalikan kejayaan Kaliurang sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Sleman,” ujar Tunggak.
Tingginya jumlah peserta menjadi salah satu indikator positif bagi pengembangan konsep sport tourism di kawasan lereng Merapi. Arus kedatangan peserta juga dinilai berpotensi memberikan dampak lebih luas karena aktivitas ekonomi tidak hanya berlangsung di area utama penyelenggaraan.
Tunggak mengatakan pihaknya turut melibatkan pelaku UMKM dalam kegiatan tersebut. Mereka diberikan ruang untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk kepada peserta dan masyarakat yang hadir.
“Alhamdulillah, semuanya dapat berjalan dengan baik dan mendapatkan respons positif dari masyarakat,” kata Tunggak.
Kolaborasi olahraga, pariwisata, dan UMKM tersebut diharapkan dapat menjadi pola kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Event olahraga sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi kawasan kepada pengunjung.
Peserta dari Luar Sleman Jadi Peluang Promosi
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa turut menyambut positif pelaksanaan Transmigrasi Fun Run. Menurutnya, peserta yang datang dari luar Sleman dapat menjadi peluang untuk memperluas promosi destinasi wisata di kawasan Kaliurang dan sekitarnya.
“Kami tentu senang Sleman menjadi salah satu tujuan wisata melalui kegiatan seperti ini. Mudah-mudahan, selain olahraga, kegiatan ini juga mampu menarik lebih banyak wisatawan untuk datang ke Sleman,” ujar Danang.
Danang menyebut peserta kegiatan tidak hanya berasal dari Sleman. Kehadiran peserta dari berbagai daerah diharapkan dapat membuka peluang agar kunjungan mereka berlanjut ke sejumlah destinasi wisata setelah mengikuti kegiatan.
“Ketika mereka datang ke sini untuk mengikuti kegiatan, tentu diharapkan mereka juga akan berkunjung ke berbagai destinasi wisata yang ada di kawasan Kaliurang dan sekitarnya,” katanya.
Dengan 936 peserta, kemeriahan kostum karnaval, hadiah yang disiapkan panitia, serta keterlibatan UMKM, Transmigrasi Fun Run memperlihatkan bagaimana sebuah agenda olahraga dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang memiliki dampak lebih luas.
Di kawasan lereng Merapi, aktivitas lari tidak berhenti sebagai kegiatan rekreasi. Event tersebut sekaligus menjadi sarana memperkenalkan potensi wisata, memperluas pemahaman mengenai program transmigrasi, dan membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas pengunjung.








