Berita Utama

Malioboro Run 2026 Meluncur, Hadirkan Ajang Lari Nuansa Budaya

Yogyakarta(02/09/2026) – Ajang Kompetisi lari bertajuk “Malioboro Run 2026, Culture on Track” akan diselenggarakan di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, pada 4 Oktober sebagai langkah memperkenalkan budaya dan sejarah kota tersebut melalui sport tourism atau wisata olahraga.

“Penyelenggaraan Malioboro Run menjadi salah satu cara kami untuk ikut memperkenalkan budaya dan sejarah Yogyakarta lewat sport tourism,” ujar Direktur Pemasaran Bank BPD DIY Raden Agus Trimurjanto dalam konferensi pers di Yogyakarta, Jumat sore.

Flyer Malioboro Run 2026

Menurutnya, Malioboro Run 2026, Culture on Track mengusung konsep “Dwi Tunggal Daerah Istimewa Yogyakarta” sebagai upaya menjaga keistimewaan DIY, seperti tercantum dalam Amanat 5 September 1945 dan diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY.

“Lewat tema Culture on Track dan konsep Dwi Tunggal, Malioboro Run 2026 diharapkan bukan sekadar ajang olahraga, melainkan juga sarana memperkenalkan nilai-nilai keistimewaan Yogyakarta serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tuturnya.

Ia menyampaikan hal tersebut karena rute lari melewati berbagai ikon heritage Yogyakarta, mulai dari Jalan Malioboro, Titik Nol KM, Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Pura Pakualaman, lima Plengkung Benteng Baluwarti, Tamansari dan Pasar Ngasem, Panggung Krapyak, hingga Tugu Pal Putih.

“Dengan begitu, peserta bisa mengenal budaya dan sejarah Yogyakarta melalui pengalaman visual selama berlari,” katanya.

Menurutnya, Malioboro Run 2026 diikuti sekitar 8.000 pelari dari berbagai daerah di Indonesia yang terbagi ke dalam tiga kategori rute lari, yakni Half Marathon, 10K, dan 5K.

 

Ia menyebut peserta yang sudah mendaftar akan memperoleh fasilitas seperti jersey race, jaket finisher (khusus 21K), medali finisher, BIB Number (timing chip), refreshment, asuransi, dan e-certificate.

“Dari total peserta, 70 persen datang dari luar DIY, sehingga Malioboro Run 2026 diharapkan mampu berkontribusi sebagai pengungkit roda perekonomian DIY, terutama di sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, dan UMKM,” ujarnya.

Untuk mendukung mitra UMKM sekaligus mendorong transaksi non-tunai, pihaknya menyiapkan program cashback 65 persen tanpa minimal transaksi dengan pembayaran memakai QRIS di merchant pada area Race Pack Collection, Race Village, serta 23 kuliner legendaris Yogyakarta selama 2–4 Oktober.

Sementara itu, demi memberikan dukungan pengamanan dan keselamatan yang optimal bagi seluruh peserta, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan sejumlah rumah sakit di DIY serta Palang Merah Indonesia (PMI).

Sebelumnya

Pertamina SMEXPO 2026 Hadirkan Gelar Produk UMKM dan Sinergi Pemerintah Kota Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement