Berita Utama

Malioboro Coffee Night 2026 Kembali Digelar, Petani Kopi Jadi Fokus Utama

MARKNEWS.ID – YOGYAKARTA – Malioboro Coffee Night (MCN) #6 kembali hadir di kawasan Malioboro, Yogyakarta, pada 29–31 Oktober 2026. Setelah vakum selama dua tahun, festival kopi ini mengusung Pasar Kopi Nusantara sebagai program unggulan untuk mempertemukan petani dengan pembeli secara langsung.

Mengangkat tema “Dari Petani untuk Indonesia, Kopi Indonesia untuk Dunia”, penyelenggaraan tahun ini menitikberatkan pada perluasan pemasaran hasil panen dan penguatan posisi petani dalam industri kopi nasional.

Ketua Komunitas Kopi Nusantara, Wisnu Birowo, menjelaskan bahwa panitia mengubah pendekatan festival dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Jika kegiatan terdahulu lebih banyak menghadirkan pembagian kopi gratis, MCN #6 memberikan ruang lebih besar bagi transaksi jual beli hasil panen petani.

“Kami lebih menekankan pada petani dan transaksi jual belinya. Harapannya, teman-teman pelaku usaha atau pembeli green bean bisa datang langsung ke acara untuk mencari dan membeli kopi dari petani,” ujar Wisnu dalam konferensi pers di Sellie Coffee, Jalan Malioboro Nomor 75, Yogyakarta, Selasa (20/10/2026).

Menurut Wisnu, pertumbuhan kedai kopi dan industri pengolahan perlu berjalan beriringan dengan penguatan akses pasar bagi petani. Melalui Pasar Kopi Nusantara, petani dapat menawarkan hasil panen sekaligus menjalin hubungan usaha dengan pemilik kedai, penyangrai kopi atau roaster, serta pembeli biji kopi mentah atau green bean.

Panitia menjadwalkan kehadiran lebih dari 30 petani dari berbagai daerah, mulai dari Gayo, Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua. Sebanyak 24 kelompok petani kopi juga terlibat untuk memperluas pengenalan produk dan peluang pemasaran.

Ketua Panitia MCN #6, Andri, menilai pertemuan langsung antara petani dan pembeli dapat memperkuat ekosistem kopi Indonesia. Menurutnya, masyarakat juga perlu mengenal proses panjang di balik secangkir kopi, mulai dari budidaya, perawatan kebun, hingga pengolahan hasil panen.

Interaksi tersebut diharapkan meningkatkan apresiasi terhadap kopi lokal sekaligus membuka peluang kerja sama antara petani, komunitas, pelaku usaha, dan penikmat kopi. Panitia juga mengajak pengunjung membawa tumbler atau wadah minum sendiri untuk mendukung kebiasaan yang lebih ramah lingkungan.

Kopi Merapi Berpeluang Menjadi Produk Unggulan Sleman

Petani kopi Merapi, Yopi, turut menyoroti peluang pengembangan kopi lokal Yogyakarta. Menurutnya, kopi dari lereng Merapi memiliki potensi untuk bersaing dengan produk dari berbagai daerah di Indonesia.

Selama ini, masyarakat masih kerap mengenal kopi Merapi sebagai oleh-oleh kawasan wisata. Padahal, petani dan komunitas kopi berupaya memperluas pengenalannya agar produk tersebut memiliki pasar lebih besar, termasuk di kalangan pelaku usaha kedai kopi.

Pengembangan kopi Merapi melibatkan petani di sejumlah wilayah, seperti Cangkringan dan Kaliurang, Kabupaten Sleman, serta jejaring komunitas kopi di sekitarnya.

Yopi menjelaskan bahwa kualitas kopi bergantung pada pengelolaan kebun, pemetikan, dan penanganan hasil panen. Kebun berskala kecil pun berpeluang menghasilkan biji berkualitas apabila petani menerapkan pengelolaan yang baik.

Melalui Pasar Kopi Nusantara, ia berharap petani Merapi memperoleh kesempatan lebih luas untuk memperkenalkan hasil panen dan membangun kerja sama dengan pembeli. Langkah tersebut juga dapat memperkuat posisi kopi Merapi sebagai produk unggulan daerah, bukan sekadar buah tangan wisatawan.

Malioboro Coffee Night Berlangsung Tiga Hari

Malioboro Coffee Night #6 berlangsung pada 29–31 Oktober 2026 dengan melibatkan petani, pelaku usaha, komunitas, dan penikmat kopi. Festival ini turut menyemarakkan perayaan HUT ke-270 Kota Yogyakarta serta agenda kreatif sepanjang Oktober, termasuk kegiatan terkait Hari Kopi Internasional, Hari Batik Nasional, dan Jogja FestiSale.

Melalui Pasar Kopi Nusantara, Komunitas Kopi Nusantara ingin memperluas peluang pemasaran kopi sekaligus memperkuat hubungan antara petani dan pembeli. Penyelenggaraan ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal keragaman kopi Indonesia dan peran petani dalam menjaga kualitas serta keberlanjutan perkebunan kopi.

Sebelumnya

6 Contoh Penggunaan AI untuk Bisnis Kecil agar Operasional Lebih Efisien

Selanjutnya

Face Recognition KAI Daop 6 Yogyakarta Digunakan 1,6 Juta Pelanggan hingga September 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement