Gunung Wilis – Puncak Tertinggi, Jalur Pendakian, Legenda, dan Daya Tarik Alamnya
Marknews.id – Gunung Wilis menjadi salah satu destinasi alam menarik di Jawa Timur yang menawarkan perpaduan jalur pendakian, hutan tropis, air terjun, dan cerita legenda masyarakat Jawa. Kawasan pegunungan ini membentang di wilayah enam kabupaten dan satu kota, sehingga memiliki beragam pintu masuk serta potensi wisata alam.
Dengan puncak tertinggi mencapai 2.563 meter di atas permukaan laut (mdpl), Gunung Wilis menawarkan pengalaman bagi pendaki yang menyukai tantangan sekaligus wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam. Kawasan ini juga menyimpan nilai sejarah dan budaya yang memperkaya daya tariknya.
Mengenal Gunung Wilis di Jawa Timur
Gunung Wilis mencakup wilayah Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Tulungagung, Nganjuk, Madiun, Ponorogo, dan Trenggalek. Kawasannya memiliki bentang alam yang luas dengan hutan, lembah, sumber air, serta berbagai air terjun alami.
Keberadaan sejumlah jalur pendakian memberi pilihan bagi pengunjung untuk menjelajahi kawasan ini sesuai kemampuan dan tujuan perjalanan. Setiap jalur menawarkan karakter medan dan pemandangan yang berbeda.
Gunung Wilis juga memiliki sejumlah puncak dengan ketinggian beragam. Kondisi tersebut menjadikannya menarik bagi pendaki yang ingin menjelajahi pegunungan Jawa Timur di luar destinasi yang lebih populer.
Legenda Gunung Wilis dan Asal-usul Namanya
Masyarakat mengenal Gunung Wilis melalui cerita legenda yang berkaitan dengan mitos penciptaan Pulau Jawa. Dalam kisah tersebut, para dewa mengangkat puncak Gunung Mahameru dari India untuk ditempatkan di Pulau Jawa.
Selama perjalanan, sebagian puncak Mahameru jatuh dan membentuk sejumlah gunung di Jawa Timur, termasuk Gunung Wilis, Lawu, Kelud, Kawi, Arjuna, dan Kumukus.
Legenda itu juga mengisahkan penciptaan manusia oleh Sang Hyang Batara Brama dan Sang Hyang Batara Wisnu. Cerita tersebut menjadi bagian dari khazanah mitologi Jawa yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurut kisah yang beredar, nama awal Gunung Wilis adalah Gunung Pawinihan. Namun, belum ada kepastian mengenai waktu perubahan nama tersebut menjadi Wilis.
Status Vulkanik Gunung Wilis
Gunung Wilis termasuk gunung api Tipe B berdasarkan klasifikasi yang menggunakan catatan aktivitas letusan. Kategori ini merujuk pada gunung yang memiliki riwayat letusan sebelum 1600 dan tidak tercatat mengalami letusan setelah periode tersebut.
Data vulkanologi yang tercantum dalam sumber menyebutkan keberadaan gejala seperti fumarol, solfatara, dan sumber air panas. Gejala tersebut berkaitan dengan aktivitas panas bumi di kawasan pegunungan.
Kawasan kompleks Gunung Wilis memiliki luas sekitar 1.980 kilometer persegi. Sumber tersebut juga menyebut empat titik yang diduga berkaitan dengan pusat erupsi purba, yaitu Wilis Tua, Gunung Ngargikalangan, Wilis Muda, dan Watubangil.
Informasi mengenai kondisi vulkanik tetap perlu mendapat perhatian sebelum perjalanan. Pendaki sebaiknya memeriksa informasi resmi terbaru dari instansi terkait, terutama jika berencana menjelajahi jalur yang jauh dari permukiman.
Puncak Tertinggi Gunung Wilis
Gunung Wilis memiliki banyak puncak yang tersebar di berbagai wilayah. Setiap puncak menawarkan karakter medan dan ketinggian yang berbeda.
Berikut beberapa puncak yang dikenal di kawasan Gunung Wilis:
-
Puncak Liman atau Trogati: memiliki ketinggian 2.563 mdpl dan berada di perbatasan Kabupaten Nganjuk dan Ponorogo.
-
Puncak Gunung Argo Tawang: mencapai 2.284 mdpl dan berada di wilayah Ponorogo.
-
Puncak Cemorokandang: memiliki ketinggian 2.256 mdpl dan berada di wilayah Kediri.
-
Puncak Gunung Manyutan: memiliki ketinggian 1.565 mdpl dan berada di wilayah Madiun.
Puncak Liman menjadi tujuan menarik bagi pendaki yang ingin mencapai titik tertinggi Gunung Wilis. Namun, pendaki perlu menyesuaikan rencana perjalanan dengan kondisi fisik, cuaca, dan karakter jalur yang dipilih.
Lima Jalur Pendakian Gunung Wilis
Gunung Wilis menyediakan sejumlah jalur pendakian dari wilayah berbeda. Sebelum menentukan rute, pendaki perlu mempertimbangkan tingkat kesulitan, waktu tempuh, ketersediaan air, dan kondisi jalur terkini.
1. Jalur Bajulan, Nganjuk
Jalur Bajulan berawal dari Desa Bajulan, Kecamatan Loceret. Kawasan ini juga terkenal dengan Air Terjun Roro Kuning yang menjadi salah satu daya tarik wisata alam di Nganjuk.
Medannya cukup menantang sehingga jalur ini lebih sesuai bagi pendaki yang memiliki pengalaman dan persiapan memadai. Jalur tersebut mengarah ke Puncak Limas dengan ketinggian 2.376 mdpl. Pendaki dapat menemukan sumber air di Pos Sekartaji dan Pos Cemoro Gede.
2. Jalur Nglurup, Tulungagung
Jalur Nglurup dimulai dari Desa Nglurup, Kecamatan Sendang. Pendaki akan melewati kawasan sungai dan hutan tropis yang menawarkan suasana alami.
Sepanjang perjalanan, pengunjung dapat menemukan mata air serta lembah yang menambah daya tarik jalur ini. Pendaki tetap perlu menyiapkan perlengkapan sesuai kondisi medan dan cuaca.
3. Jalur Sendang, Tulungagung
Jalur Sendang berawal dari Desa Sendang. Perjalanan dari pusat kota menuju kawasan ini membutuhkan waktu sekitar dua jam berdasarkan informasi dalam sumber.
Jalur tersebut memiliki dua pos. Pos pertama dapat menjadi pilihan untuk berkemah, sedangkan medan dari pos kedua menuju puncak cukup curam sehingga membutuhkan tenaga dan kehati-hatian ekstra.
4. Jalur Mojo, Kediri
Jalur Mojo dimulai dari Desa Mojo, Kecamatan Mojo, dengan tujuan Puncak Liman yang mencapai 2.563 mdpl.
Suasana jalur yang relatif sepi menarik bagi pendaki yang menginginkan pengalaman lebih tenang. Rute ini memiliki dua pos istirahat. Sumber menyebut estimasi perjalanan dari pos kedua menuju puncak sekitar lima jam.
5. Jalur Dungus, Madiun
Jalur Dungus berawal dari Desa Dungus, Kecamatan Wungu, dan mengarah ke bagian timur Gunung Wilis.
Rute ini menawarkan pemandangan alami serta beberapa titik sumber air. Karakternya cocok bagi pencinta alam yang ingin menjelajahi kawasan pegunungan dengan suasana relatif sepi.
Pendaki sebaiknya memastikan status operasional jalur, aturan setempat, serta kebutuhan registrasi sebelum berangkat karena kondisi lapangan dapat berubah.
Daya Tarik Gunung Wilis yang Dijuluki Gunung Air
Gunung Wilis mendapat julukan Gunung Air karena memiliki banyak air terjun dan sumber air alami. Keberadaan sumber air tersebut tidak hanya memperindah kawasan, tetapi juga mendukung kebutuhan masyarakat di sekitarnya.
Beberapa destinasi alam yang berada di kawasan Gunung Wilis dan sekitarnya antara lain:
-
Air Terjun Ngleyangan, yang menawarkan suasana alam di kawasan pegunungan.
-
Air Terjun Irenggolo dan Dholo, dua destinasi air terjun yang dikenal di wilayah Kediri.
-
Air Terjun Kertoembo, Kedung Malem, Waturumpuk, dan Selogedong, yang menambah pilihan wisata alam di kawasan Wilis.
-
Air Terjun Pring Jowo, yang berada di Kecamatan Ngetos, Nganjuk.
-
Telaga Ngebel, Air Panas Tirta Husada, Mloko Sewu, dan Air Terjun Selorejo, yang menjadi pilihan wisata alam di Kabupaten Ponorogo.
Keberagaman destinasi tersebut membuat kawasan Gunung Wilis menarik untuk kegiatan selain mendaki. Wisatawan dapat menyusun perjalanan untuk menikmati air terjun, telaga, dan sumber air panas sesuai lokasi serta waktu yang tersedia.
Tips Menjelajahi Kawasan Gunung Wilis
Pendakian Gunung Wilis membutuhkan persiapan yang sesuai dengan karakter medan. Pendaki perlu memilih jalur berdasarkan pengalaman, menjaga kondisi fisik, serta membawa perlengkapan yang mendukung keselamatan.
Periksa informasi cuaca dan kondisi jalur sebelum keberangkatan. Pastikan pula ketersediaan sumber air, terutama ketika memilih rute panjang atau jalur yang relatif sepi.
Selama perjalanan, jaga kebersihan kawasan dengan membawa kembali sampah. Hindari merusak vegetasi, mencemari sumber air, atau melakukan tindakan yang mengganggu ekosistem setempat.
Kesimpulan
Gunung Wilis menawarkan lebih dari sekadar tantangan pendakian. Kawasan pegunungan di Jawa Timur ini memiliki Puncak Liman sebagai titik tertinggi, sejumlah jalur pendakian, beragam air terjun, serta legenda yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Jawa.
Bentang alamnya yang luas memberi banyak pilihan bagi pendaki dan wisatawan untuk menikmati alam sesuai minat masing-masing. Dengan persiapan yang tepat dan sikap bertanggung jawab terhadap lingkungan, perjalanan ke Gunung Wilis dapat menjadi kesempatan untuk mengenal keindahan alam sekaligus warisan budaya Jawa Timur.
Baca Juga : Menjelajah Gunung Bawakaraeng, Destinasi Favorit Pendaki di Gowa Sulawesi Selatan









