Ekbis

AI dan Robot Ubah Cara Belajar dan Bekerja, Teknologi Baru Unjuk Gigi di Yogyakomtek 2026

YOGYAKARTA, MARKNEWS.ID — Kecerdasan buatan (AI) dan robot mulai mengubah cara manusia belajar, bekerja, dan melayani masyarakat. PT Tekno Otsar Vision bersama PT Voltx memamerkan berbagai inovasi teknologi tersebut dalam Yogyakomtek 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, 26–30 September 2026.

Kedua perusahaan menghadirkan beragam teknologi, mulai dari layar interaktif berbasis AI, layar LED berukuran 135 inci, podium pintar, hingga robot pendidikan dan robot layanan komersial. Berbagai perangkat ini menyasar sekolah, perusahaan, hotel, rumah sakit, dan instansi pelayanan publik.

AI Bikin Layar Lebih Interaktif

Ir. Jacobus B. Wiryawan dari PT Tekno Otsar Vision mengatakan teknologi layar kini menawarkan fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar menampilkan materi presentasi. Integrasi kecerdasan buatan memungkinkan pengguna menjalankan berbagai pekerjaan dalam satu perangkat.

“Teknologi display sekarang sudah berkembang. Bukan hanya menampilkan materi, tetapi sudah dilengkapi kecerdasan buatan yang bisa membantu proses meeting, kolaborasi, sampai pembelajaran. Kami ingin memperkenalkan teknologi yang membuat interaksi dengan perangkat menjadi lebih mudah dan efektif,” kata Jacobus.

Salah satu produk unggulan yang mereka pamerkan adalah Horion M6APRO V2. Layar interaktif ini menggabungkan teknologi AI dengan sertifikasi Google EDLA. Perangkat tersebut menawarkan sejumlah fitur untuk mendukung kegiatan belajar, presentasi, dan pertemuan bisnis.

Fitur AI Live Translation mampu menerjemahkan percakapan lintas bahasa secara langsung. Sementara itu, Super AI Quad Camera mendukung kegiatan presentasi dan pembelajaran. Ada pula AI Acoustic Engine yang membantu meredam gangguan suara agar komunikasi lebih jelas.

Horion juga menghadirkan AI Whiteboard. Fitur ini memungkinkan pengguna menulis dan memberi anotasi langsung pada materi presentasi. Sistemnya mampu mengenali tulisan dalam berbagai bahasa serta memasukkan tabel dan gambar.

Pengguna juga dapat menyimpan hasil pekerjaan melalui QR code, email, atau penyimpanan lokal. Fitur kolaborasi memungkinkan beberapa orang menulis secara bersamaan pada satu layar.

“Dengan AI, pengguna bisa melakukan lebih banyak hal dalam satu perangkat. Misalnya menerjemahkan bahasa secara real time, melakukan anotasi pada materi, mengenali tulisan, sampai menyimpan hasil pembahasan. Jadi teknologi ini bukan sekadar layar, tetapi menjadi bagian dari proses kerja dan belajar,” ujar Jacobus, Selasa, 29 September 2026.

Sertifikasi Google EDLA juga memungkinkan Horion M6APRO V2 terintegrasi dengan sejumlah aplikasi Google, seperti Google Meet, Google Docs, dan Google Education. Integrasi ini memudahkan pengguna mengakses aplikasi untuk mendukung kegiatan belajar dan pekerjaan.

Layar Interaktif 135 Inci untuk Ruang Rapat

PT Tekno Otsar Vision juga memamerkan Interactive LED All in One berukuran 135 inci. Perangkat ini menggabungkan teknologi videotron dengan fungsi layar interaktif melalui modul COB.

Layar berukuran besar tersebut menyasar kebutuhan auditorium, ruang pelatihan, dan ruang rapat. Pengguna dapat menulis anotasi, memasukkan tabel dan gambar, serta menyimpan hasil pekerjaan langsung melalui layar.

Perangkat ini juga mendukung koneksi nirkabel. Pengguna dapat menghubungkan ponsel, tablet, dan laptop secara bersamaan untuk menampilkan materi dan berbagi informasi.

Teknologi tersebut menawarkan solusi bagi perusahaan, lembaga pendidikan, dan instansi yang membutuhkan layar besar sekaligus fasilitas interaktif.

Selain layar LED, perusahaan memperkenalkan Smart Lectern atau podium pintar. Perangkat ini menggabungkan fungsi podium presentasi dengan layar interaktif. Pengajar dan presenter dapat mengendalikan materi secara mandiri.

Smart Lectern juga mendukung koneksi kabel maupun nirkabel ke videotron, proyektor, dan layar komersial. Presenter dapat mengendalikan materi melalui satu perangkat tanpa harus selalu mengandalkan operator.

Robot Pendidikan Ajarkan Pemrograman

Di sektor pendidikan, PT Voltx memperkenalkan robot buatan UBTECH untuk membantu siswa mempelajari robotika dan pemrograman. Perusahaan membawa tiga produk, yakni UKIT, UGOT, dan YANSHEE.

Adriel Soengadi dari PT Voltx mengatakan robot pendidikan tidak hanya mengenalkan teknologi kepada siswa. Perangkat tersebut juga mengajak mereka memahami cara kerja robot dan mengendalikannya melalui pemrograman.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya melihat robot sebagai sesuatu yang canggih, tetapi juga memahami bagaimana robot itu bekerja dan bagaimana mereka bisa memprogramnya. Karena itu kami membawa robot pendidikan yang bisa digunakan mulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi,” kata Adriel.

UKIT dan UGOT menyasar siswa pendidikan dasar hingga menengah. Kedua robot ini menyediakan modul pembelajaran dan platform pemrograman berbasis visual.

Siswa dapat mempelajari dasar robotika, merancang robot, dan menyusun program untuk menjalankan tugas tertentu. Mereka juga bisa menguji program, mengamati gerakan robot, dan memperbaiki kesalahan.

Metode pembelajaran tersebut mengajak siswa memahami logika pemrograman melalui praktik langsung. Mereka tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga melihat hubungan antara kode yang mereka buat dan gerakan robot.

Untuk tingkat pendidikan lebih lanjut, Voltx menghadirkan YANSHEE. Robot ini menyasar siswa SMA dan mahasiswa yang ingin mendalami robotika serta pemrograman berbasis AI.

“Yang penting adalah proses belajarnya. Anak-anak bisa mencoba, membuat program, melihat hasilnya, kemudian memperbaiki ketika robot belum menjalankan tugas sesuai yang mereka inginkan. Dari situ mereka belajar logika, pemrograman, robotika, dan mulai mengenal AI,” ujar Adriel.

YANSHEE juga mendukung simulasi berbagai tugas dan pembelajaran pengambilan keputusan secara mandiri. Melalui robot ini, siswa dapat mengembangkan keterampilan pemrograman sekaligus mengenal penerapan AI dalam robotika.

Robot Layani Hotel hingga Rumah Sakit

PT Tekno Otsar Vision bersama PT Voltx juga memperkenalkan robot untuk kebutuhan komersial. Mereka menghadirkan Cuzr Smart Services Robot dan CadeBot Delivery Robot yang menawarkan layanan informasi dan pengantaran barang.

Kedua robot tersebut menyasar berbagai sektor, mulai dari hotel, rumah sakit, museum, restoran, hingga perkantoran. Robot layanan ini dapat membantu pekerjaan tertentu, seperti mengantar barang atau memberikan informasi kepada pengunjung.

“Untuk robot komersial, aplikasinya bisa lebih luas. Ada robot yang dapat membantu memberikan informasi dan ada yang digunakan untuk delivery. Penggunaannya bisa diarahkan ke hotel, rumah sakit, restoran, museum, maupun perkantoran,” kata Adriel.

Kehadiran robot layanan membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memanfaatkan teknologi otomatisasi. Robot dapat membantu mempercepat pekerjaan dan mendukung pelayanan kepada pelanggan.

Namun, setiap perusahaan tetap perlu menyesuaikan penggunaan robot dengan kebutuhan dan lingkungan kerjanya. Teknologi ini hadir untuk membantu pekerjaan manusia, bukan menggantikan seluruh peran tenaga kerja.

Yogyakomtek 2026 Gelar Kompetisi Robot

Selain memamerkan berbagai teknologi, PT Tekno Otsar Vision bersama PT Voltx menggelar kompetisi RoboG Action. Dalam ajang ini, peserta menggunakan robot UGOT untuk menguji keterampilan mengendalikan robot.

Panitia juga mengadakan lokakarya sebelum kompetisi. Peserta mempelajari dasar-dasar robotika dan mencoba mengendalikan robot secara langsung. Mereka kemudian menerapkan keterampilan tersebut dalam perlombaan.

Kegiatan ini memberi kesempatan kepada pengunjung untuk mengenal robotika melalui pengalaman langsung. Peserta tidak hanya menyaksikan demonstrasi teknologi, tetapi juga mencoba mengendalikan robot dan menguji kemampuan mereka.

Pameran Yogyakomtek 2026 memperlihatkan semakin luasnya penerapan AI dan robot dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi tersebut kini menawarkan berbagai fungsi untuk mendukung kegiatan pendidikan, bisnis, dan pelayanan publik.

Di ruang kelas, robot membantu siswa memahami logika dan pemrograman. Di ruang rapat, AI mendukung komunikasi dan kolaborasi. Sementara itu, robot layanan menawarkan cara baru bagi pelaku usaha untuk membantu pekerjaan operasional.

Melalui pameran ini, PT Tekno Otsar Vision dan PT Voltx memperkenalkan berbagai pilihan teknologi yang dapat dimanfaatkan lembaga pendidikan, perusahaan, dan penyedia layanan untuk menghadapi perkembangan digital.

Sebelumnya

Dies Natalis ke-75, UIN Sunan Kalijaga Rayakan Sejarah dan Perkuat Langkah Menuju Keberlanjutan Berdampak Global

Selanjutnya

Siti Murtiningsih Kembali Pimpin Fakultas Filsafat UGM Periode 2026-2031

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement