Berita Utama

Bedog Arts Festival “Ngerawat Rasa” Bangkitkan Kepedulian Merawat Alam dengan Seni

0-0x0-0-0#

Sleman, Yogyakarta(03/10/2026) –Bedog Artsfest ke-16 kembali digelar di Studio Banjarmili, Kradenan, Banyuraden, Sabtu malam (3/10/2026) malam. Pertunjukan pembuka acara ini menampilkan kelompok seniman Reog Ponorogo dan kelompok Reog Kulonprogo yang menampilkan atraksi kelenturan dan seni olah tubuh akrobatik yang dibalut budaya lokal.

Simbolisme Pelepasan Ikan Sebagai Pembuka Bedog Arts Festival
Simbolisme Pelepasan Ikan Sebagai Pembuka Bedog Arts Festival

 

Mengusung tema “Ngerawat Rasa” dan menjadi bagian dari rangkaian Sleman Creative Weeks, kegiatan ini dibuka oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya. Seremonial simbolisme ditandai dengan pelepasan ikan secara bersama ke aliran sungai sebagai pesan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem sungai.

Perhelatan ini melibatkan mahasiswa dari berbagai kampus, masyarakat sekitar, pemerintah daerah, seniman dari dalam dan luar Yogyakarta serta pelaku seni dari manca negara dari Eropa dan Amerika Serikat yang didukung oleh UNESCO.

Harda Kiswaya, Bupati Sleman

Harda menyampaikan bahwa seni dan budaya memiliki peran penting dalam membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Menurutnya, tema “Ngerawat Rasa” tidak hanya dimaknai sebagai upaya merawat rasa melalui karya seni, tetapi juga merawat hubungan antar manusia serta hubungan manusia dengan alam.

“Melalui Bedog Arts Festival ini, mari kita terus merawat rasa, merawat kebersamaan, dan merawat lingkungan. Sungai bukan hanya bagian dari ruang hidup kita, tetapi juga memiliki nilai ekologis dan budaya yang perlu dijaga bersama,” ujar Harda.

Lebih lanjut, Harda mengapresiasi penyelenggaraan Bedog Arts Festival yang secara konsisten menghadirkan seni, budaya, dan isu lingkungan dalam satu ruang kegiatan. Menurutnya, kreativitas masyarakat menjadi salah satu kekuatan dalam membangun Sleman yang dinamis sekaligus tetap menjaga nilai-nilai lokal.

“Saya berharap, untuk selanjutnya kegiatan ini bisa selalu berkolaborasi dengan pemerintah Kabupaten Sleman. Nama Bedog Arts Festival terkenal hingga ke mancanegara. Sudah seharusnya mendapatkan bantuan dari APBD yang sedang kita rancang,” tambah Harda.

Harda berharap Bedog Artsfest dapat menjadi ruang bertemunya seniman, masyarakat, komunitas, dan berbagai pihak untuk berkolaborasi serta menghadirkan karya yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat ekosistem kreatif yang tumbuh dan berkembang dari masyarakat. Bedog Artsfest ke-16 berlangsung pada 2 hingga 10 Oktober 2026 dengan menghadirkan beragam aktivitas, antara lain pertunjukan seni, pemutaran film, pameran arsip, workshop, serta bazar UMKM. Beragam kegiatan tersebut menjadikan festival tidak hanya sebagai ruang apresiasi seni dan budaya, tetapi juga sebagai ruang interaksi bagi masyarakat.

Selain kolaborasi dari dalam negeri, dukungan internasional juga hadir memperkaya Bedog Arts Festival. Untuk rangkaian acara pada tanggal 5–10 Oktober 2026, festival ini berkolaborasi dengan UNESCO dan Temasek Foundation melalui program “Embracing Shared Heritage Through Performing Arts”.

SON

 

 

Sebelumnya

Satria DIY Perkuat Gerakan Relawan, Siapkan Kolaborasi Hadapi Bencana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement