Olahraga

AI Jadi Keharusan, Kadin Sleman Dorong 110 Ribu UMKM Beradaptasi

MAKRNEWS.ID – SLEMAN — Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) bukan lagi teknologi masa depan. Teknologi ini sudah masuk ke dunia usaha, pendidikan, industri hingga kehidupan sehari-hari. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Sleman pun mendorong kampus dan sekitar 110 ribu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) segera beradaptasi.

Dorongan itu mengemuka dalam seminar bertajuk “Transformasi Berbasis AI:

Pemberdayaan Dunia Kampus dan UMKM Menuju Daya Saing Global” yang digelar Kadin Sleman bersama STIE SBI Yogyakarta dan Indosat di Pendopo Parasamya Sleman, Kamis, 10 September 2026.

Ketua Kadin Sleman Yudi Prihantana mengatakan pelaku usaha tidak bisa lagi menempatkan AI sebagai pilihan tambahan. Menurut dia, kecepatan perubahan teknologi menuntut dunia usaha bergerak lebih cepat.

«“AI bukan lagi sekadar kebutuhan, tetapi sudah menjadi keharusan,” kata Yudi.»

Desain Kemasan Kini Bisa Hitungan Menit

Yudi mencontohkan penggunaan AI untuk mengembangkan kemasan produk. Dulu, pelaku usaha bisa membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk mendapatkan rancangan packaging. Kini, teknologi AI mampu membantu menghasilkan materi desain dalam hitungan menit, bahkan sekitar satu menit.

Perubahan itu, menurut Yudi, membuka peluang besar bagi UMKM, terutama sektor makanan dan minuman. Pelaku usaha bisa memangkas waktu produksi materi kreatif sekaligus mempercepat pemasaran.

“Kalau kita tidak bergerak mulai hari ini, kita bisa tertinggal,” ujar dia.

Bagi Yudi, persoalannya bukan lagi apakah pelaku usaha perlu menggunakan AI, melainkan seberapa cepat mereka mampu memanfaatkannya secara produktif.

110 Ribu UMKM Jadi Sasaran

Sleman memiliki sekitar 110 ribu UMKM. Jumlah itu sekaligus menjadi potensi besar untuk menguji dan mengembangkan pemanfaatan AI dalam skala luas.

Yudi mengatakan Kadin tidak ingin transformasi digital berhenti pada seminar atau pengenalan teknologi. Kadin mendorong kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, kampus, serta dunia usaha dan industri.

Kampus memiliki pengetahuan, riset, dan data. Dunia usaha memiliki pengalaman serta ruang untuk menguji pengetahuan tersebut. Pemerintah berperan menciptakan ekosistem yang memungkinkan kolaborasi berjalan.

“Kalau tiga pilar ini bisa bergerak bersama, pemanfaatan AI tidak hanya menjadi wacana, tetapi bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan pelaku usaha,” kata Yudi.

Sekda Sleman: AI Merambah Semua Sektor

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Abu Bakar mengatakan perkembangan AI sudah merambah hampir seluruh sektor. Industri, pariwisata, perikanan, perdagangan, peternakan hingga pendidikan ikut menghadapi perubahan akibat perkembangan teknologi tersebut.

Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan sumber daya manusia agar tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan produktivitas.

“Seminar hari ini bukan sekadar kegiatan untuk memperkenalkan teknologi AI, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan sumber daya manusia menghadapi perubahan yang terjadi,” kata Abu Bakar.

Menurut dia, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kunci menghadapi perubahan teknologi yang berlangsung cepat.

Kampus Jangan Sekadar Jadi Pengguna

Ketua STIE SBI Yogyakarta Saifuddin Zuhri mengatakan revolusi teknologi digital sudah hadir dalam kehidupan sehari-hari. Tantangannya kini bagaimana mengubah teknologi tersebut menjadi alat yang meningkatkan keberdayaan masyarakat.

Ia mengingatkan teknologi AI jangan sampai justru menciptakan ketergantungan.

“Teknologi AI harus mampu membuat masyarakat semakin berdaya,” kata Saifuddin.

Ia mengapresiasi kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sleman, Kadin Sleman, STIE SBI Yogyakarta, dan Indosat dalam mendorong pemanfaatan AI bagi kampus dan UMKM.

Menurut Saifuddin, kampus memiliki posisi strategis untuk membangun sumber daya manusia yang mampu memahami sekaligus mengembangkan teknologi AI.

UMKM Masih Kesulitan Menembus Pasar Digital

Perwakilan Indosat, Aris Ardiyanto, mengatakan salah satu persoalan yang masih menghadang UMKM ialah keterbatasan dalam mengakses pasar digital yang lebih luas.

Banyak pelaku usaha memiliki produk yang bagus. Namun, mereka belum mampu mengemas produk itu melalui narasi, storytelling, dan komunikasi pemasaran yang menarik.

AI, kata Aris, dapat membantu menjembatani persoalan tersebut. Pelaku UMKM bisa memanfaatkannya untuk menggali ide, menyusun materi komunikasi, membuat konten, hingga mengembangkan strategi pemasaran.

Melalui program AI Belajar, Indosat bersama Google mendorong peningkatan keterampilan praktis penggunaan AI bagi mahasiswa dan pelaku UMKM.

Penguatan konektivitas juga menjadi bagian dari transformasi tersebut. Indosat memberikan dukungan jaringan internet dalam kegiatan yang berlangsung di Pendopo Parasamya Sleman.

Kadin Akan Roadshow ke Kampus

Kadin Sleman selanjutnya akan memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi. Yudi mengatakan Kadin akan melakukan roadshow ke sejumlah kampus untuk mendorong pemanfaatan AI secara lebih konkret.

Setelah kegiatan bersama STIE SBI Yogyakarta pada 10 September, agenda serupa dijadwalkan berlangsung bersama Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) pada 17 September.

Yudi berharap gerakan tersebut tidak berhenti pada pengenalan teknologi. Kadin ingin AI masuk ke ruang kerja UMKM, kampus, dan dunia usaha sehingga teknologi itu benar-benar meningkatkan produktivitas dan daya saing.

Bagi Sleman, tantangannya kini bukan lagi menunggu datangnya era AI. Era itu sudah berlangsung. Persoalannya, siapa yang paling cepat beradaptasi dan mengubah AI menjadi kekuatan ekonomi.

Sebelumnya

UIN Sunan Kalijaga Siapkan Talenta Teknologi Produksi Halal untuk Industri Nasional

Selanjutnya

Geopix Desak Prabowo Perkuat Diplomasi Indonesia-India Usai Lima Bayi Orangutan Ditemukan di India

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement