Pemkab Sleman Gandeng Kampus dan Dunia Usaha untuk Putus Rantai Kemiskinan
MARKNEWS.ID — Upaya mengurangi kemiskinan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai diarahkan tidak hanya melalui bantuan sosial, tetapi juga dengan memperkuat akses pendidikan, pengalaman kerja dan peluang mendapatkan pekerjaan.
Pemerintah Kabupaten Sleman bersama BPJS Ketenagakerjaan, perguruan tinggi dan dunia usaha mendorong kolaborasi lintas sektor tersebut melalui kegiatan “Sinergi Sejahterakan Pekerja dan Memutus Rantai Kemiskinan di Kabupaten Sleman” yang berlangsung di Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), Rabu (26/8/2026).
Forum tersebut menempatkan perlindungan pekerja dan peningkatan kesiapan generasi muda memasuki dunia kerja sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan.
Jaminan Sosial Dinilai Bisa Jadi Instrumen Pengentasan Kemiskinan
Kepala BPJS Ketenagakerjaan DIY Rudi Susanto mengatakan, jaminan sosial ketenagakerjaan memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar memberikan perlindungan ketika pekerja menghadapi risiko dalam pekerjaannya.
Menurut dia, keberlanjutan program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dapat ditempatkan sebagai salah satu instrumen untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan.
“Dalam keberlanjutan program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai salah satu instrumen pengentasan kemiskinan,” ujar Rudi.
Rudi menilai penguatan program tersebut membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, institusi pendidikan dan dunia industri. Kolaborasi diperlukan agar pendidikan serta pelatihan yang diterima generasi muda memiliki keterkaitan dengan kebutuhan dunia kerja.
Ia juga mendorong agar program perlindungan sosial tersebut dapat terhubung dengan Sleman Pintar, yakni program Pemerintah Kabupaten Sleman yang memberikan dukungan pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa.
Melalui sinergi tersebut, para penerima manfaat diharapkan tidak berhenti pada memperoleh akses pendidikan, tetapi juga memiliki bekal yang memadai untuk melanjutkan ke dunia kerja.
Penerima Sleman Pintar Didorong Mendapat Pengalaman Magang
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan pengurangan kemiskinan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah, menurutnya, tidak dapat menjalankan upaya tersebut seorang diri.
Salah satu langkah yang didorong adalah membuka lebih banyak kesempatan magang bagi penerima manfaat Sleman Pintar, terutama mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Danang mengusulkan agar perusahaan di Sleman dan sekitarnya dapat memberikan ruang bagi mahasiswa penerima program tersebut untuk mendapatkan pengalaman kerja secara langsung.
Skema yang dikembangkan menghubungkan proses pendidikan di perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja. Pada semester awal, mahasiswa menjalani perkuliahan di kampus. Selanjutnya, pada semester berikutnya mereka dapat memperoleh pengalaman melalui program magang di perusahaan.
Menurut Danang, pengalaman tersebut menjadi penting karena ijazah saja belum tentu cukup untuk memenuhi kebutuhan perusahaan.
“Yang penting dia harus punya pengalaman,” kata Danang.
Ia menilai pengalaman kerja dapat menjadi modal bagi mahasiswa ketika menyelesaikan pendidikan dan mulai mencari pekerjaan. Terlebih, salah satu persoalan yang masih dihadapi lulusan perguruan tinggi adalah ketidaksesuaian antara keterampilan yang dimiliki dengan kebutuhan perusahaan.
Karena itu, penerima Sleman Pintar diharapkan tidak hanya memperoleh bantuan pendidikan hingga lulus, tetapi juga memiliki pengalaman nyata yang dapat memperkuat kesiapan mereka memasuki dunia profesional.
Danang mengajak perusahaan menyesuaikan kesempatan tersebut dengan kemampuan mahasiswa serta kebutuhan masing-masing perusahaan.
Pemkab Sleman, kata dia, siap memberikan pendampingan kepada perusahaan yang berminat terlibat. Pemerintah daerah nantinya dapat menjelaskan mekanisme hingga teknis pelaksanaan kerja sama.
Pola tersebut disebut telah mulai diterapkan di sejumlah perusahaan. Bahkan, terdapat peserta yang setelah menyelesaikan masa magang kemudian memperoleh kesempatan untuk menjadi karyawan tetap.
Bupati Ingatkan Penerima Bantuan Harus Serius Belajar
Bupati Sleman Harda Kiswaya menekankan bahwa keberhasilan program pengentasan kemiskinan membutuhkan semangat bersama dari pemerintah, dunia pendidikan dan dunia usaha.
Menurut Harda, kolaborasi tersebut akan semakin kuat apabila setiap pihak memiliki komitmen untuk memberikan kontribusi terhadap upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita dalam hati punya semangat untuk membantu pemerintah mengurangi kemiskinan, tentu kolaborasi ini akan jadi lebih kuat,” ujar Harda.
Harda juga mengingatkan penerima manfaat Sleman Pintar agar tidak memandang bantuan pendidikan hanya sebagai fasilitas yang diterima tanpa tanggung jawab.
Para penerima manfaat diminta serius mengikuti pendidikan, menjaga prestasi akademik dan memanfaatkan kesempatan belajar sebagai modal menghadapi persaingan kerja.
“Jangan hanya sekadar lulus. Sekarang eranya sudah berbeda. Pekerjaan-pekerjaan yang akan dilamar nantinya membutuhkan persyaratan tertentu,” pesan Harda kepada peserta Sleman Pintar.
Ia menilai pendidikan harus menghasilkan bekal yang lebih luas bagi penerima manfaat. Selain menyelesaikan jenjang pendidikan, mereka perlu memiliki ilmu, prestasi dan kesiapan yang sesuai dengan persyaratan dunia kerja.
Kemudahan Berusaha Jadi Bagian dari Ekosistem
Selain mendorong kesiapan tenaga kerja, Pemkab Sleman juga menyatakan komitmennya untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha.
Harda mengatakan pemerintah daerah terus berupaya membangun tata kelola pemerintahan yang lebih baik, termasuk dalam pelayanan perizinan. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian bagi dunia usaha yang ingin mengembangkan kegiatan maupun berinvestasi di Sleman.
Dengan demikian, kolaborasi yang dibangun tidak hanya diarahkan pada perlindungan sosial bagi pekerja. Ekosistem tersebut juga mencakup pendidikan, pelatihan, pengalaman kerja hingga penciptaan peluang kerja.
Program Sleman Pintar pun diharapkan berkembang dari sekadar dukungan biaya pendidikan menjadi salah satu pintu menuju kemandirian ekonomi penerima manfaat.
Rudi menegaskan, keberhasilan upaya tersebut pada akhirnya sangat ditentukan oleh kekuatan sinergi antarpemangku kepentingan.
“Harapan kita semuanya itu bisa berjalan dengan baik, pastinya atas kolaborasi dan sinergi dari Bapak-Ibu sekalian,” ujarnya.








