SAK NYARI, SAK KECU, SEKILAN, SAK DHEPA
Oleh : Agus Jurnalis
Marknews.id – Sebutan tersebut adalah untuk mengukur panjang. Ukuran panjang yang digunakan oleh orang-orang Yogakarta dan sekitarnya pada zaman lalu. Bahkan hingga era 1970-an masih digunakan antara lain sak nyari, rong nyari, telung nyari, patang nyari, dan limang nyari.
Sak nyari adalah ukuran selebar satu jari tangan, rong nyari berarti lebar dua jari, demikian sampai selebar telapak tangan yang disebut limang nyari.
Namun ketika telapak tangan dilebarkan, jarak antara ujung jempol hingga ujung jari kelingking disebut sekilan atau sak kilan.
Kata kilan juga digunakan sebagai ungkapan meremehkan kesaktian lawan dengan kalimat “tak kilani dhadhamu” dan juga bisa digunakan untuk ajian agar setiap kali lawan memukul, menendang, atau berusaha menyakiti dengan menggunakan benda selalu tidak sampai dengan ajian Lembu Sekilan.
Jika tangan digenggamkan, maka jarak antara bagian jempol hingga kelingking disebut sak kecu atau sekecu.
Sementara ukuran panjang dari pangkal lengan hingga ujung jari disebut sa’asta atau sehasta. Namun jika tangan direntangkan, panjang dari ujung jari tangan kanan ke ujung tangan kiri disebut sak dhepa.
Ukuran panjang yang juga menggunakan bagian tubuh adalah sak suku, yakni panjang dari tumit hingga ujung jari dengan mengambil jarak terpanjang. Sementara setinggi badan manusia disebut sak dedeg. Namun untuk tinggi badan ditambah tangan (kanan) yang dinaikkan ke atas lurus penuh adalah sak dedeg sak pengawe. Ukuran sak dedeg sak pengawe ini biasa digunakan untuk mengukur kedalaman tanah yang akan digunakan memakamkan seseorang.
Selain pengukuran dengan menggunakan bagian tubuh, masih ada pula satuan-satuan untuk ukuran tertentu yang menggunakan benda. Misalnya sak kacu adalah ukuran kain yang panjangnya sama dengan lebar kain (standar ukuran kain), jadi bentuknya bujur sangkar.
Satuan ukuran lainnya? Lain waktu kita bahas. (**)











