Warganet Beramai-ramai Posting Doa Supaya Pemilu Damai

MARKNEWS.ID,  JAKARTA – Para warganet atau netizen beramai-ramai mengirim doa supaya pemilihan umum dan pemilihan presiden, 17 April 2019 berjalan damai. Di era internet ini, warganet secara bebas bisa menyampaikan pendapat atau opininya.  Baik melalui lisan, media cetak, maupun media elektronik/online.

“Tak terkecuali dalam bentuk doa,” Hafyz Marshal selaku ketua panitia “Doa dan Obrolan Warganet untuk Pemilu 2019 Damai Tanpa Hoaks guna suksesnya Keberlanjutan Kepemimpinan Nasional”, Rabu, 20 Maret 2019.

Acara itu digelar di Ropang OTW, Jalan Tebet Utara Dalam nomor 2A,  Jakarta Selatan, Kamis 21 Maret 2019 pukul 13.00 WIB. Saat ini orang bebas berpendapat. Namun, hal yang perlu diingat adalah  kebebasan berpendapat kalau tidak berbudaya dan beretika akan membawa konsekuensi hukum bagi pelakunya.

Oleh karena itu para warganet yang terdiri dari bloger, vloger, youtuber dan content creator akan melakukan gerakan posting doa di medsos serta berdoa bersama dan ngobrol bareng. Tujuannya untuk mewujudkan kontestasi politik Pemilu 2019 yang damai dan kondusif serta berlanjutnya kepemimpinan nasional guna suksesnya keberlangsungan pembangunan nasional.

Gerakan posting doa di medsos serta acara ngobrol bareng bersama Warganet itu akan digelar lewat kegiatan bertema “Doa Dan Obrolan Warganet untuk pemilu 2019 yang Damai Tanpa Hoaks guna Suksesnya Keberlanjutan Kepemimpinan Nasional”.


“Kami melihat di medsos begitu marak hoaks serta fitnah dan ujaran kebencian yang dipicu hanya karena ingin memenuhi hasrat merebut kekuasaan melalui kontestasi politik pada Pemilu 2019 ini,” kata dia.

Padahal, perbedaan pilihan politik semestinya disikapi secara dewasa di era demokrasi ini dan tetap dalam koridor semangat kebangsaan dan persatuan. Ia  tak ingin momentum ini membuat terpecahnya persatuan dan merugikan keberlangsungan pembangunan nasional yang saat ini sedang gencar dilaksanakan.

Selain acara ngobrol bareng dengan warganet membahas kontribusi kalangan warganet untuk pemilu 2019 yang damai, mereka juga akan akan mendeklarasi Gerakan Posting Doa Di Medsos dalam rangka melawan hoaks dan ujaran kebencian demi Pemilu 2019 yang damai dan bermartabat guna suksesnya keberlangsungan Kepemimpinan Nasional.

“Keinginan kami sebelum pesta demokrasi terjadi kami warganet mampu berperan aktif di wilayah masing-masing untuk bisa meredam gejolak-gejolak yang ditimbulkan oleh tindakan oknum-oknum yang sengaja menyebar hoax dan fitnah serta ujaran kebencian yang membuat  bangsa ini menjadi terpecah dan timbul konflik,” ia menambahkan.

Gerakan ini ditujukan sebagai tekad melawan hoaks dan menumbuhkan optimisme di masyarakat demi sukse keberlanjutan pembangunan nasional sehingga bangsa optimis menuju Indonesia Maju yang dicita-citakan.   Sebagaimana yang diperjuangkan para founding father dulu yaitu Indonesia yang maju berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam Kebhinekaan dan ikatan NKRI.

Senada dengan Hafyz, Influencer Sosial Media, Zulfikar Akbar juga mengatakan bahwa seharusnya netizen tidak boleh mudah terprovokasi di media sosial oleh para penyebar kabar hoaks.

“Netizen tidak boleh mudah terprovokasi dengan isu negatif seperti hoaks dan SARA. Netizen harus berperan aktif dalam menjaga keutuhan NKRI demi mewujudkan negara yang aman, damai sejahtera” ujar Zulfikar.

Sedangkan Tokoh Pegiat media Sosial lainnya Pepih Nugraha berharap agar Pemilu 2019 kali ini tak seharusnya menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

“Seharusnya Pemilu 2019 ini justru memberikan rasa optimisme untuk memastikan bahwa Indonesia harus semakin maju. Maka diharapkan warganet dan masyarakat lainnya harus gunakan hak pilihnya dengan cerdas tanpa terprovokasi berita berita hoaks dan fitnah,” ujar Pepih

FULL

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar