Warga Terdampak NYIA Dilatih Mengoperasikan Baggage Towing Tractor

Yogyakarta – Para warga terdampak pembangunan bandar udara baru di Kulon Progo diberi pelatihan mengoperasikan Baggage Towing Tractor. Traktor itu tidak sembarang traktor. Tetapi kendaraan berat yang digunakan salah satunya digunakan untuk mendorong pesawat terbang.

Ada 40 warga di daerah yang berada di sekitar bandar udara New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang ikut serta dalam pelatihan.  Tidak mudah bagi orang untuk mengemudikan traktor ini. Maka butuh pelatihan yang intensif dan mereka mendapatkan sertifikasi dalam bidang ini.

“Pelatihan ini sebagai bukti kami memikirkan warga di sekitar bandar udara untuk ikut pelatihan dan bekerja,” kata Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PT Angkasa Pura I (Persero), Adi Nugroho, Rabu, 27 Februari 2019.

Adi Nugroho, menjelaskan, pelatihan telah dilaksanakan mulai tanggal 21 Januari sampai dengan 27 Februari 2019. Pelatihan tersebut Diikuti oleh total 40 peserta.

Ke-40 orang peserta yang terbagi dalam dua batch (kelompok), pelatihan tersebut mengakomodasi kebutuhan lima desa di lingkungan pembangunan NYIA, di Kecamatan Temon, yaitu Desa Glagah, Palihan, Sindutan, Jangkaran dan Kebonrejo.


Pembangunan bandara baru Internasional Yogyakarta terus berlanjut. Sampai saat ini, progres pembangunan mencapai 71,6 persen  dengan target international operation pada April mendatang.

PT Angkasa Pura I pun berkomitmen menyelenggarakan pelatihan melalui program CSR bagi warga yang terdampak pembangunan bandara di Kulon Progo, salah satunya pelatihan Baggage Towing Tractor.

Pelaksanaan pelatihan menjadi bagian program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Angkasa Pura I (Persero) dalam mengawal proses pembangunan Bandara Baru Internasional Yogyakarta. Dalam pelaksanaan program ini, PT Angkasa Pura I bekerjasama dengan PT. Cardig Aero Services Tbk (CAS Group) bersama anak usahanya seperti JAS Airport Services dan JAS Aero Engineering.


Baggage Towing Tractor merupakan alat untuk menarik pallet dollies, container dollies, dan kendaraan yang membawa kargo serta bagasi penumpang. Peserta mendapatkan instruktur pelatihan dari JAS Learning Centre yang sudah berpengalaman serta berlisensi.


Adi menyebut, kebutuhan tenaga seperti ini di bandara sangat banyak, sekitar 2 ribuan. Selain pelatihan tersebut, pihaknya juga telah melakukan berbagai pelatihan, seperti kelistrikan, las, keramik, hingga katering.


General Manager Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta selaku Juru Bicara Proyek Pembangunan Bandara Baru Internasional Yogyakarta, Agus Pandu Purnama menyampaikan, melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta teredukasi dengan pengetahuan dan skill yang diperlukan untuk nantinya dapat menangkap peluang bekerja di lingkungan bandara sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku.

“Seluruh peserta telah mengikuti Ujian Negara pada tanggal 24-25 Februari 2019 yang terdiri dari ujian teori dan ujian praktik. Semoga dapat memberikan manfaat bagi seluruh warga dalam mempersiapkan diri terhadap persaingan kerja ke depan,” kata  Agus Pandu.

Dalam kesempatan tersebut turut pula hadir Chief of Corporate Affairs Oficer & Corporate Secretary PT. Cardig Aero Services Tbk (CAS Group), Widyanawati D. Adiningrat bersama dengan Head of Corporate Communication & Investor Relation, Andre Suntono, secara resmi menutup pelatihan tersebut.

MS

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar