UNY Menjadi Universitas Kependidikan Kelas Dunia


MARKNEWS.ID, YOGYAKARTA – Universitas Negeri Yogyakarta atau sjap menjadi universitas kelas dunia. Banyak prestasi yang dicapai selama ini.

UNY menutup  2019 dengan capaian kinerja yang membanggakan. Kinerja tersebut telah dinilai dari peringkat yang berhasil disabet UNY menduduki peringkat dua versi 4ICU, peringkat tujuh versi WCU, peringkat 16 versi Webometric dan 

Kemristekdikti, dan peringkat 19 versi Greenmetric. 

“Kampus kelas dunia harus menyesuaikan semangat Revolusi Industri 4.0. dan Society 5.0,” kata  Sutrisna Wibawa, Rektor UNY, Kamis, 26 Desember 2019.

Peringkat unggul juga dapat ditilik di tingkat Internasional.  UNY telah merangsek dalam peringkat 85 versi QS ASEAN, peringkat 301+ dalam WCU, dan peringkat 401+ dalam QS Asia.

Masing-masing pemeringkatan tersebut memiliki basis penilaian yang berbeda. 4ICU misalnya,  UNY berada di posisi kedua setelah UGM, menilai kapasitas akademik sekaligus diseminasi informasi dan ilmu pengetahuan yang dilakukan universitas melalui media internet. 

Pemeringkatan QS menitikberatkan pada pengindeksan artikel jurnal yang ditulis. Sedangkan greenmetric menganalisis lahan terbuka hijau dan fasilitas ramah lingkungan yang tersedia di universitas.

Walaupun berbeda-beda, semua pencapaian tersebut bermuara pada satu hal. Yaitu UNY bersungguh-sungguh menyegarkan posisi kampus di tengah percaturan global. Meski kerap diasosiasikan sebagai perguruan tinggi pencetak guru, UNY juga dinamis menyongsong jagat luar negeri secara dinamis. Keterbukaan kerja sama dalam pelbagai bidang menjadi titik pijak Sutrisna Wibawa, Rektor UNY membangun relasi. 

Selain dilakukan di atas kertas, oleh Sutrisna diwujudkan secara milenial. Ia memanfaatkan  potensi media sosial, termasuk YouTube, sebagai bahan desiminasi, baik lokal, nasional, regional, maupun internasional. 

Semangat Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 tersebut kemudian diterjemahkan lewat dua hal: memajukan Tridharma Pendidikan Tinggi sepanjang tahun 2019 lewat catatan kinerja yang membanggakan, dan menetapkan target ambisius namun tetap realistis di tahun depan.

TINGKATKAN PENGAJARAN, PENELITIAN, DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

Sepanjang  2019, UNY telah berhasil meningkatkan Tridharma Pendidikan tinggi di segala lini. Untuk meningkatkan Bidang Pengajaran, UNY telah mencetak 14 guru besar baru. 11 guru besar yang sudah dilantik diantaranya adalah: Saefur Rahmat (Sejarah Indonesia), Sunarto (Program Komunikasi), Setyabudi Indartono (Manajemen Sumber Daya Manusia), Farozin (Bimbingan dan Konseling), Samsul Hadi (Pembelajaran Kejuruan), Lantip Dian Prasojo (Manajemen Pendidikan), Suyanta (Kimia Analitik), Moch. Bruri Triyono (Pembelajaran Vokasi), Hari Sutrisno (Kimia Anorganik), Sutarto (Kurikulum Pendidikan Vokasi), dan Mukminan (Teknologi Pembelajaran Geografi).

Dengan tambahan guru besar tersebut, UNY sepanjang sejarahnya telah menelurkan 147 guru besar. Bidang ilmu mereka yang tersebar dalam banyak bidang juga membuktikan bahwa UNY memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada banyak sendi kehidupan di masyarakat.

Ada 369 tenaga pendidik UNY, atau sejumlah 34,5%, kini juga telah bergelar doktor. Ditambah dengan ratusan lagi dosen lain yang sedang menjalani studi S3 dan akan menuntaskan studinya dalam beberapa tahun kedepan, UNY optimis meningkatkan kualitas pengajaran di kampus secara berkelanjutan. Terlebih lagi, UNY juga meningkatkan pembelajaran dengan fasilitas e-learning secara signifikan. Saat ini, UNY sudah punya 1.109 modul pembelajaran online yang bisa diakses mahasiswa kapan saja.

“Kedepan kami juga akan terus dorong, sampai 10 bahkan 15 persen dosen bergelar professor, dan 50-60% doktor dalam empat tahun (staff with a PhD). Target sementara tahun 2020, 8% professor. Artinya tahun depan kami menargetkan akan tambah 10 guru besar lagi,” ungkap Sutrisna.

FULL

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar