Tujuh Parpol Berkoalisi di Pilkada Sleman


MARKNEWS.ID, Yogyakarta– Tujuh partai politik (parpol) berkoalisi pada pemilihan kepala daerah atau pilkada Sleman 2020 mendatang. Mereka sepakat akan mengusung satu pasangan calon yang akan mereka dukung.

Namun untuk nama calon bupati dan calon wakil bupati masih menunggu perkembangan. Tujuh Parpol yang berkoalisi adalah PAN, Golkar, PPP, PKB, Nasdem, PKS dan Demokrat. Mereka berkoalisi dalam Koalisi Santun Bersatu.

“Kami berpegangan tangan dan berkoalisi hati sejak enam bulan lalu,” kata  Ali Syahdad, Sekretaris Partai Golkar Sleman, Selasa, 24 Desember 2019.

Ia mengakui  sejak 6 bulan lalu berlangsung hubungan harmonis dan komunikasi yang dinamis. Mereka  percara diri karena memiliki 29 wakilnya di DPRD Sleman. Padahal untuk mengusung calon kepala daerah gaya dibutuhkan 20 kursi di dewan.

Tentang siapa yang bakal diusung, Ali menegaskan masih ada waktu 6 bulan melakukan penjaringan dengan menjunjung tinggi mekanisme. Meski demikian, diakuinya ada dinamika dan muncul dorongan kuat dari kader masing-masing parpol. 

“Semua pimpinan ketujuh parpol punya hak untuk maju sebagai bakal calon bupati dan wakilnya. Semua punya potensi yang sama. Tinggal bagaimana nanti, kami  sama-sama menghormati mekanismenya,” kata dia.

Koalisi Santun  pernah sukses mengusung bupati dan wakil bupati Sleman saat Pilkada 2015. Mereka kembali bersatu untuk mengusung calon kepala daerah dan memenangkan kompetisi politik.

“Memori 4 tahun lalu ternyata tak bisa hilang begitu saja. Kali kami kembali bersatu untuk memenangkan Pilkada Sleman 2020,” kata  Ketua Koalisi Santun Bersatu, Sadar Narima SAg SH dalam deklarasi di Puri Mataram Resto, Sleman.

Politisi PAN yang juga anggota DPRD DIY ini menyatakan, tekad 7 parpol mempertahankan dan membangun lagi rumah koalisi ini sebenarnya sudah berlangsung  beberapa bulan lalu. Selama itu dilakukan komunikasi politik secara maksimal, inventarisasi tentang berbagai hal untuk memajukan Sleman.

“Usai deklarasi ini kami segera melakukan silaturahmi ke NU dan Muhammadiyah Sleman. Sebab kami butuh energi besar sehingga punya referensi yang bagus untuk membangun Sleman,” kata dia.

Jika Koalisi ‘Santun Bersatu’ ini  solid hingga ke hari ‘H’ pelaksanaan pilkada. Berarti tinggal PDI Perjuabgan dan Partai Gerindra yang belum diketahui sikap yang akan diambil untuk mengusung calon bupati dan wakil bupati. Mau tidak mau, keduanya harus berkoalisi   untuk memenuhi persyaratan mengusung calon. Karena gabungan kedua parpol ini memiliki 21 kursi di DPRD Sleman.

FULL

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar