Tertipu Rp 30 Miliar, Pengusaha asal Semarang Laporkan Motivator dan Pengarang Buku


MARKNEWS.ID, Yogyakarta – Pengusaha asal Semarang Jawa Tengah Agus Hartono melaporkan motivator dan mengarang buku RR ke polisi. RR diduga menipu hingga Rp 30 miliar dalam kasus jual beli lahan dan rencana pembangunan hotel di jalan Affandi, Depok, Sleman.

Atas laporannya RR dan salah satu saudaranya yaitu EM polisi Polda DIY sudah menetapkan keduanya menjadi tersangka.  Bahkan dalam panggilan pertama kemarin, 28 Oktober 2019 mereka mangkir.

“Kerugian materiil Rp 30 miliar dan immateriil tentunya nama baik dan reputasi,” kata pengacara Agus Hartono, Agus Wijayanto,  Selasa, 29 Oktober 2019.


Kasus itu bermula saat Agus Hartono membeli dua bidang tanah dengan luas 1.707 meter persegi yaitu bekas resto dan karaoke Kalui di jalan Affandi (dulu jalan Gejayan) nomor  8A. Pembelian itu melalui  Ridwan Raharjo (RR) dan Edy Maskukuh (EM), mereka masih saudara.


Dalam jual beli tersebut bertindak sebagai saksi yaitu  Edy Maskukuh yang masih saudara dengan Ridwan. Dalam jual beli tersebut lanjut Agus Wijayanto, Ridwan Raharjo juga  menjanjikan bisa mengurus dan  menyelesaikan proses perijinan pembangunan.

Tanah tersebut rencana akan dibangun hotel. Ridwan menjanjikan mengurus perizinan hotel. Akhirnya Agus Hartono melakukan pelunasan pembayaran lahan dan biaya  pengurusan izin yang diantaranya IMB, kajian lalu lintas, tinggi bangunan, lingkungan, amdal dan sepadan sungai.


Namun dalam prosesnya, perijinan tidak kunjung jadi. Sebagai pembeli, Agus Hartono menanyakan perihal tersebut namun dijawab tidak memuaskan.

“Karena perizinan tidak kunjung selesai, klien kami menunda pelunasan biaya perizinannya sampai ada kejelasan dari Ridwan maupun Edi Maskukuh,” kata dia.

Ternyata, karena Agus Hartono menunda pembayaran biaya perizinan, Ridwan bersama Edi Maskukuh melaporkan Agus Hartono ke Polres Sleman dengan tuduhan penipuan. Bahkan di Polres Sleman Agus menjadi tersangka.

“Namun berkat kejelian dalam melakukan penyidikan, kasus di Polres Sleman dihentikan atau SP3 karena tidak terbukti,” kata  Agus Widjayanto.

Saat bergulirnya kasus di Polres Sleman, Agus Hartono juga melaporkan Ridwan dan Edi Maskukuh atas dugaan penggelapan dan penipuan ke Polda DIY dengan LP : 0532/VII/2019/DIY/SPKT – 9 Juli 2019.

Dalam penyelidikan tim Dit Reskrim Umum Polda DIY diperoleh fakta dan  bukti kalau Ridwan dan Edi Maskukuh, melakukan dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen. Hal ini berdasarkan  pasal 263 ayat 1 dan 2 pemalsuan dokumen, pasal 266 (1) yang menyuruh melakukan, 378, 372 junto pasal 55 (1) turut serta.


“Ridwan melakukan pemalsuan dokumen identitas dan Edi Maskukuh terlibat di dalamnya. Keduanya kini dijadikan tersangka. Namun saat hendak diperiksa, keduanya mangkir,” kata Agus Widjayanto.

Ia berterimakasih kepada polisi yang jeli menangani kasus ini. Kepada jajaran Polda DIY ia juga mengapresiasi karena teliti dan profesional dalam menyidik kasus ini.

“Saya berterimakasih kepada polisi yang jeli dan profesional menangani kasus saya ini.Kebenaran yang sebenarnya terungkap di sini,” kata  Agus Hartono.

Ridwan Raharjo yang dihubungi melalui akun surat elektroniknya belum membalas pertanyaan untuk dikonfirmasi. Di akun Facebook-nya Ridwan sering menuliskan tips berinvestasi. Baik lahan, kos-kosan maupun properti lainnya.

FULL

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar