Supriyanto: PDIP Punya Pertimbangan Strategis di Pilkada Sleman

Supriyanto ST MM, bakal calon bupati Sleman dari PDIP


YOGYAKARTA, MARKNEWS.ID Supriyanto ST MM, bakal calon bupati Sleman  meyakini politik adalah jalan pengabdian untuk membangun peradaban. Kalimat yang diucapkan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ini bagi  politikus PDIP ini menjadi inspirasi dalam hidupnya. 

Dalam usia 43 tahun lebih separuh hidupnya berjuang bersama partai nasionalis yang identik dengan ajaran politik Soekarno founding father bangsa Indonesia dan Presiden RI pertama. 

Sejak mahasiswa, Supriyanto aktif dalam gerakan demonstrasi mendukung PDI (pro Megawati) hingga setelah lulus dari Jurusan Teknik Sipil Universitas Islam Indonesia (UII) bergabung dengan PDIP menjadi pengurus Badan Diklat DPD PDIP DIY, Wakil Ketua DPD, Departemen Ekonomi DPP PDIP, Koordinator Komite Pemuda dan Olahraga DPP PDIP dan Badan Pemenangan Pemilu DPP PDIP. 

Bagi kalangan massa PDIP di Sleman dan DIY nama Antok Gajah panggilan akrab Supriyanto sudah tidak asing lagi karena telah lama bergaul dengan grass root dari PAC Ranting Ormas Sayap Partai, Laskar dan Satgas. Begitu pula di kalangan aktivis dan relawan dikenal sebagai salah satu pendiri Seknas Jokowi dan Arus Bawah Jokowi. 

Pada pilkada Sleman 2020 ini panggilan untuk membawa Sleman Terdepan membuat Supriyanto maju sebagai bakal calon bupati dari PDIP dan telah mendaftar di DPP dan DPD PDIP DIY. Sudah hampir 13 tahun PDIP tidak mempunyai Bupati di Sleman dari kader padahal selalu menjadi pemenang pemilu legilslatif. 

“Disamping itu pembangunan Sleman mestinya berpihak pada wong cilik, konstituen PDIP sebagian besar kaum Marhaen. Padahal potensi Sleman sangat besar sebagai kabupaten paling strategis di Daerah Istimewa Yogyakarta. Ada kekhawatiran modernisasi di Sleman semakin memarginalkan masyarakat menengah ke bawah,” ungkapnya.  

Menanggapi masalah dinamika internal di PDIP dan partai-partai yang mempunyai peluang memunculkan calon bupati dan wakil bupati diluar PDIP, Supriyanto menanggapi hal yg wajar. Adanya koalisi 7 partai politik di kabupaten Sleman menghadapi Pilkada serentak 2020 ditanggapi positif. Meskipun dari 7 parpol tersebut yang bergabung tidak ada PDIP tetapi baginya bukan masalah serius, karena saat ini semua parpol masih saling menjajaki  peluang untuk mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati Sleman. 

Supriyanto menghormati sikap dari DPC PDIP Sleman dan DPD PDIP DIY yang memilih berhati-hati dan menunggu instruksi DPP PDIP. “Bukan PDIP eksklusif ya, tetapi ada komitmen menjaga soliditas internal partai, meskipun PDIP punya kursi 15 lebih dari cukup untuk bisa mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati sendiri tetapi sebaiknya membangun koalisi dengan partai politik lain terutama yang memiliki basis massa riil,” ujarnya. 

Menurut Supriyanto dalam  pilkada Sleman faktor kemenangan di samping figur yang bisa diterima masyarakat juga ada sentimen aliran politik yang tidak bisa diabaikan. 

“Kita memahami peta politik dan mencermati perkembangan di Sleman,” ujar Supriyanto. 

Sejauh ini Supriyanto juga sudah menjalin komunikasi dengan beberapa tokoh masyarakat, akademisi, budayawan, tokoh NU dan Muhammadiyah, politisi dari berbagai partai dan termasuk  bakal calon bupati dan wakil bupati. Tetapi langkah tersebut bukan berarti melangkahi pengurus struktural partai, tetapi bagian dari komunikasi politik.

Tujuannya, pertama mengetahui harapan dari berbagai kalangan itu mengenai persoalan yang ada di Sleman, tantangan kedepan seperti apa dan bagaimana mengartikulasikan harapan masyarakat itu dalam konsep kepemimpinan Sleman Terdepan. Kedua, jika DPP PDIP nantinya menanyakan upaya  untuk maju sebagai calon Bupati di Sleman pihaknya sudah mempunyai gambaran yang jelas mengenai alternatif partai koalisi dan pasangan yang secara misi visi dan chemistry sudah sama termasuk peluang untuk menang dengan basic data yg kredibel, fakta empiris di lapangan, dan bukan hanya asumsi subyektif. 

Selanjutnya keputusan tentunya ada di DPP Partai masing-masing. 

“Saya rasa semuanya sudah paham jika penentuan calon di  pilkada ini kewenangan Ketua Umum dan Sekjend masing-masing Partai. Saya sebagai kader PDIP juga ikut apa keputusan rekomendasi Partai. PDIP partai yang mengedepankan ideologi dan kaderisasi, karena itu saya yakin, mengutip kata Bung Karno, partai yang memikul natur dan terpikul natur,” tegas  Supriyanto. 

FULL

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar