Ribuan Warga DIY Terancam Bencana Banjir


MARKNEWS.ID, Yogyakarta – Ribuan warga di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terancam bencana banjir. Mereka adalah yang tinggal di dekat sungai.

Curah hujan yang tinggi menyebabkan tergerusnya tanggul. Sungai-sungai itu berada di seluruh wilayah, baik kota Yogyakarta maupun kabupaten lain seperti Sleman, Bantul, Kulon Progo dan Gunung Kidul.

Cara contohnya di kecamatan Pundong, Bantul. Di situ ada dua sungai yang menjadi satu. Yaitu sungai Oya dan sungai Opak. Seribuan warga di pertempuran dua sungai itu terancam terdampak banjir. Apalagi saat ini talud di sungai itu sudah terkikis oleh derasnya aliran air sungai saat hujan deras.

“Saat ini ada ratusan kepala keluarga atau seribuan jiwa di kabupaten Bantul yang terancam keselamatannya jika terjadi banjir besar,” kata  Wakil Ketua Komisi A DPRD DIY, Suwardi, usai melakukan kunjungan ke kabupaten tersebut, Senin, 6 Januari 2020.

Komisi A DPRD DIY meminta eksekutif di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten bekerjasama melakukan mitigasi bencana. Juga meminta kepada pemerintah daerah DIY agar memasukkan aspirasi masyarakat ke dalam RKPD (Rencana Kerja Pembangunan Daerah) 2021.

“Komisi A DPRD DIY melihat secara langsung kondisi sungai Buntung, Kota Yogyakarta serta daerah tempuran sungai Opak dan Oya di kabupaten Bantul. Kami menerima banyak masukan positif dari warga setempat. Karena itu kami menegaskan agar aspirasi masyarakat dimasukkan ke dalam RKPD 2021,” kata  Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Eko Suwanto.

Koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan kabupaten pun sangat diperlukan. Ada sekitar 200 KK (Kepala Keluarga) atau sekitar 1.000 jiwa di Pundong, Bantul, DIY yang sewaktu-waktu bisa saja terkena bencana manakala terjadi banjir. Tanggul yang membentengi daerah tersebut dari aliran sungai Oya dan Opak saat ini sudah tergerus tiga meter sepanjang 800 meter.

“Dusun Klisat memang letaknya di daerah tempuran atau pertemuan arus dua sungai, Opak dan Oya. Dan mereka saat ini cukup stres karena tanggul yang membatasi dusun mereka dengan aliran sungai sudah retak bahkan tergerus,” kata Suwardi.

Eko Suwanto menegaskan, koordinasi di antara instansi terkait di tingkat pusat, daerah, maupun kabupaten perlu dilakukan secara baik. Karena masing-masing instansi sudah memiliki kewenangan terkait dengan mitigasi maupun penanganan bencana.

Pemerintah Daerah, masih memiliki dana. Tapi tak bisa menggunakannya begitu saja karena sudah ada aturan terkait pemanfaatannya.

“Karena itu kami meminta kepada eksekutif di tingkat pusat dan daerah untuk saling bekerjasama sehingga persoalan bencana bisa diselesaikan secara baik,” kata  Eko Suwanto

Pada hari yang sama, Komisi A DPRD DIY juga menyambangi kelurahan Bumijo, Jetis, Kota Yogyakarta untuk melihat secara langsung kondisi sungai Buntung.

“Kami melihat aliran sungai Buntung terganggu karena ada longsoran di bawah jembatan serta sampah yang menumpuk,” kata Eko Suwanto

Atas permasalahan tersebut, ia mendesak  walikota Yogyakarta untuk bekerja keras dan sungguh-sungguh memperhatikan agar sungai tersebut bersih dari sampah. 

“Walikota tak boleh diam. Harus benar-benar memastikan ada perbaikan tanggul di bawah jembatan serta mengelola sampah secara baik agar aliran sungai kembali normal. Kita dari DIY akan memberikan dukungan sesuai peraturan perundang undangan yang ada, baik dari aspek kebijakan maupun anggaran,” kata dia.

Pihaknya  sudah minta BPBD DIY untuk mengajak BPBD Kota Yogyakarta lakukan kajian teknis untuk segera perbaiki tanggul, talud serta sarana prasarana sungai yang rusak. Juga  koordinasi dengan BBWSO terbaik perbaikan infrastruktur sungai ini. 

“Kita ingin sungai ini asri, bersih dan aman sehingga warga bisa terhindar dari bencana alam,” kata  Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta ini.

FULL

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar