Politikus ini Desak Pemerintah Perbaiki Saluran Air


MARKNEWS.ID, Yogyakarta –  Perbaikan infrastruktur air yang rusak butuh perbaikan di perkotaan Yogyakarta perlu segera dikerjakan pemerintah daerah. Terutama mengatasi problem luapan air di musim hujan.

Rekomendasi ini disampaikan Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Eko Suwanto di sela dialog bersama saat mengecek  selokan di kawasan Rejowinangun Yogyakarta, Sabtu, 9 Maret 2019  malam. Saluran di tengah permukiman warga ini  sering meluap saat hujan tiba dan menggenangi halaman warga. Akibatnya, aktivitas selalu terhambat.

“Kami rekomendasikan, mengingat ini musim hujan yang cukup lebat dalam beberapa minggu terakhir ini. Untuk segera melakukan pengecekan di lapangan, alur-alur sungai dan selokan yang masuk di perkampungan,” kata Eko Suwanto anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY.

Eko Suwanto mengajak pemerintah setempat agar bisa turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan saluran-saluran air milik warga. Sehingga laporan-laporan seperti ini tidak terjadi lagi.

“Saya kira pemda harus segera turun langsung dan melihat dari dekat. Tidak hanya disini, beberapa wilayah lain yg rawan banjir dan genangan air diantaranya Klitren,” kata Eko Suwanto politikus muda PDI Perjuangan .

Eko menambahkan, Senin, 11 Maret 2019 akan mengajak berdiskusi oleh pihak-pihak terkait agar keluhan masyarakat ini berujung solusi. Sebab, musim hujan masih menghantui Yogyakarta. Sebagaimana diketahui Komisi A bermitra dengan BPBD yang menangangi penanggulangan bencana.

“Senin besok saya akan komunikasi dengan Pemda DIY khususnya BPBD agar sama-sama menemukan jalan keluar. Intinya bagaimana tidak ada lagi keluhan seperti ini. Kita juga rekomendasikan Pemda DIY ingatkan Pemkot agar mendisiplinkan penggunaan tata ruang agar pembangunan tidak merusak daerah resapan air. Bangunan yang tak terkontrol atau tidak sesuai perizinan dan peruntukan serta saluran air yang kurang baik di Jogja merupakan hal yang perlu mendapatkan perhatian pemda,” kata Eko Suwanto.

Tokoh Kelurahan Rejowinangun, Taryono menjelaskan saat hujan tiba, maka warga selalu direpotkan dengan luapan yang bersumber dari selokan yang  sudah tidak representatif. Sebab, debit air dan tinggi tanggul selokan sudah melebihi kapasitas.

“Air yang masuk ke selokan ini semua dari arah Jalan Kebon Raya dan juga dari jalan Gedong Kuning, semua masuk dan meluap disini,” kata Taryono.

Sugeng, 48 tahun, warga Karangsari RT 47 RW 05 Kelurahan Rejowinangun  menyampaikan keluhan  sama. Sugeng mengaku, sudah mengalami air hujan tergenang saat musim hujan sejak bertahun-tahun.


Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar