Peran PDI Perjuangan Terhadap Kaum Perempuan dan Anak

 

YOGYAKARTA, MARKNEWS.ID – Dalam sejarah kebangsaan Indonesia, peran perempuan sungguh luar biasa dalam pendidikan anak. Demikian pula Soekarno di masa kecil, selain dididik dalam asuhan Ibunya, juga ada seorang perempuan yang oleh Soekarno biasa dipanggil Mbok, yang berperan besar dalam merawat dan mendidik Soekarno. Perempuan itu bernama Sarinah. Dalam bukunya, Soekarno mengatakan Sarinah mengajarku untuk mencintai rakyat. Massa rakyat, rakyat jelata. Selagi ia memasak di gubuk kecil dekat rumah, aku duduk disampingnya dan kemudian ia berpidato, “Karno, yang terutama engkau harus mencintai ibumu. Akan tetapi kemudian engkau harus mencintai pula rakjat jelata. Engkau harus mencintai manusia umumnya.”

“Demikian hebatnya peran perempuan. RA Kartini juga mengatakan perempuan adalah soko guru peradaban. Itulah mengapa DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta dalam memperingati hari ibu ini secara khusus mengundang para tokoh baik sebagai nara sumber maupun peserta untuk berdialog dan menegaskan bahwa perempuan berperan besar dalam pendidikan anak, dalam nation and character building. Peran perempuan sebagai soko guru peradaban adalah mulia dan harus didukung”, ujar Eko Suwanto Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Senin, 23 Desember 2019.

Eko Suwanto yang juga menjabat sebagai ketua komisi A DPRD DIY mengatakan dalam era modern ini peran dan tanggung jawab perempuan semakin besar.

“Ibu Mega menjadi pemimpin bangsa, menjadi Presiden RI ke 5. Hebat banget perempuan bisa menjadi Presiden di negara yang memiliki 17 ribu pulau dengan penduduk yang multi etnis ini. Hal ini memberikan pesan bahwa selain bertanggung jawab mendidik anak anaknya, perempuan juga dapat berperan besar memajukan kesejahteraan rakyat bahkan memimpin bangsa. Oleh karena itu negara harus memberikan perlindungan, pemberdayaan dan pelayanan yang terbaik bagi keluarga, khususnya perempuan dan anak”, kata politisi muda PDI Perjuangan Eko Suwanto.

Prabandari Tri Utami, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta yang juga Ketua Panitia Hari Ibu menambahkan bahwa acara Seminar tentang Peran Ibu dalam Pendidikan Anak digelar 23 Juni 2019 dengan menghadirkan narasumber Suryani, Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Yogyakarta, Kompol Retnowato Kanit PPA Polda DIY dan Retnaningtyas dari Pemkot Yogyakarta. Hadir juga DPD, DPC serta sekitar 150 peserta. DPD yang hadir diantaranya Yustina Yuyut, Susanto BR, dan Iyan Kurnia. Tampak juga anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Yogyakarta.

Kompol Retno menekankan pentingnya peran keluarga khususnya Ibu dalam pendidikan anak.

“Keluarga berperan penting dalam pendidikan anak. Oleh karena itu saya mengajak keluarga untuk lebih memberikan perhatian bagi pendidikan anak”, ujar Kompol Retnowati

Suryani, Anggota Komisi D DPRD Kota Yogyakarta dari Fraksi PDI Perjuangan menambahkan bahwa perlu komitmen yang kuat untuk memberikan perlindungan dan pemberdayaan bagi perempuan dan anak.

“Melalui kewenangan di DPRD kita mendorong kebijakan yang lebih melindungi dan memberdayakan perempuan dan anak di Yogyakarta. Kita perjuangkan regulasi dengan perda juga dukungan anggaran yang memadai untuk mendukung program melindungi dan memberdayakan perempuan dan anak. Sebagai DPRD, tentu kita juga jalankan fungsi pengawasan agar program dan kebijakan dilaksanakan sebaik-baiknya,” kata Suryani.

Nara sumber lain, Retnaningtyas menyampaikan bahwa pemkot memiliki berbagai program kebijakan untuk pemberdayaan perempuan dan anak.

“Kita harapkan dukungan masyarakat untuk mendukung program-program yang ada utamanya dalam rangka menurunkan angka kemiskinan. Kita juga mendorong program untuk mendukung keluarga khususnya ibu dalam membentuk karakter anak yang berbudi pekerti luhur”, ujar Retnaningsih

FULL

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar