Pengurus di 4 Kabupaten Minta Musdalub Lengserkan Ketua DPD Golkar DIY


MARKNEWS.ID, Yogyakarta – Empat pengurus Partai Golongan Karya (Golkar) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengirim surat ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk menggelar Musyawarah Daerah Luar Biasa (musdalub). Tujuannya untuk melengserkan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Golkar DIY.

Sebab, kata Janu Ismadi Ketua DPD Partai Golkar Sleman, Haryadi Suyuti sebagai ketua DPD Golkar DIY telah menghadapi mosi tidak percaya dari para pengurus. Wali Kota Yogyakarta ini juga sedang menghadapi masalah dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Ia diperiksa sebagai saksi dalam masalah korupsi proyek saluran air hujan yang melibatkan jaksa dan pengusaha sebagai tersangka.


Posisi Haryadi Suyuti sebagai Ketua DPD Golkar DIY diujung tanduk dan  terancam   dilengserkan. Ancaman serius ini muncul  karena   empat   dari   lima   DPD kabupaten/kota se DIY telah melayangkan surat ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. Adapun isi suratnya meminta DPP segera menggelar musyawarah daerah luar biasa (musdalub) DPD Golkar DIY.

Keempat DPD yang telah melayangkan surat tersebut yaitu  DPD Partai Golkar Bantul, DPD Partai Golkar Kulon Progo,DPD Partai Golkar Gunung Kidul dan DPD Partai Golkar Sleman. Satu-satunya DPD yang belum bersikap adalah  DPD Partai Golkar Kota Yogyakarta.

“ Kami meminta segera digelar musdalub dalam tempo yang sesingkat-singkatnya,” Kata Janu Ismadi Ketua DPD Partai Golkar Sleman.

Janu menambahkan, sebelum diadakan musdalub, DPP diharapkan segera memberhentikan Haryadi Suyuti sebagai Ketua DPD Golkar DIY dan segera menunjuk pelaksana tugas (Plt) ketua DPD Partai Golkar DIY.

“ Adapun tugas Plt ketua nantinya menyelenggarakan musdalub,” kata dia.

Lebih lanjut Janu mengatakan, surat dari empat   DPD   se DIY telah diserahkan ke DPP saat bertemu dengan Wakil Bendahara Umum Bidang Kepartaian DPP Partai Golkar Helmi Zein. Pertemuan berlangsung pada Minggu, 10 November 2019  di kantor DPD Partai Golkar Sleman.

Saat itu Helmi baru saja menghadiri syukuran Golkar Jokowi (Gojo) Koordinator Daerah(Korda) DIY di Puri Mataram, Beran, Sleman. Turut hadir dalam  pertemuan tersebut, para ketua dan sekretaris DPD Partai Golkar kabupaten/kota se-DIY.

Sehari setelah pertemuan dengan Helmi, empat DPD   yang mengajukan permintaan musdalub kembali melayangkan surat ke DPP. Kali ini disampaikan melalui email.

“Secara fisik surat juga akan kami antarkan ke pengurus pusat. Ada delegasi kami yang ke Jakarta,” kata Janu.

Selain itu, tembusan surat juga diserahkan ke DPD Partai Golkar DIY Selasa siang, 12 November 2019. Tembusan disampaikan agar pengurus DPD Golkar DIY mengetahui permohonan musdalub yang diinisiasi DPD Partai Golkar kabupaten/kota se-DIY.

Janu menambahkan, latar belakang pengajuan musdalub dengan pergantian ketua DPD ada beberapa   alasan.   Di   antaranya,   Haryadi Suyuti sebagai   ketua   DPD   dinilai   tidak melaksanakan amanat Musda Partai Golkar DIY tahun 2017 lalu.

Adapun amanatnya adalah, setelah musda diadakan rapat kerja daerah (rakerda). Namun lebih dari dua tahun kepemimpinan Haryadi Suyuti tak pernah sekalipun   mengadakan   rakerda.

“Ada   banyak   catatan   yang   kami   sampaikan   ke   DPP,” kata Janu geram.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kulon Progo Suharto mengatakan, permohonan musdalub ditandatangani ketua   dan sekretaris empat DPD kabupaten/kota se-DIY. Sebelum menyampaikan usulan musdalub, Ketua DPD Golkar Kulon Progo lebih dulu  mengadakan  rapat dengan  pimpinan kecamatan (PK) Partai Golkar se-Kulonprogo.

Hasilnya, baik pengurus DPD maupun PK se Kulon Progo sepakat bulat mengajukan usulan musdalub ke DPP.

“Jadi itu merupakan keputusan rapat pleno DPD dan PK,” Kata Suharto.

Sedangkan sekretaris DPD Partai Golkar Gunungkidul Heri Nugroho menyatakan bahwa pihaknya telah sejalan dengan tiga DPD lainnya.

“Kami dari DPD Golkar Gunung Kidul mempunyai sikap yang sama dengan tiga DPD lainnya, yakni DPD Bantul, Kulon Porgo dan DPD Sleman,” kata dia.

Haryadi Suyuti menyatakan adanya tuntutan itu merupakan dinamika politik di internal Golkar.

“Itu kan dinamika partai,” kata dia.

FULL

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar