Pencapaian SDGs Kadang Anaktirikan Kaum Disabilitas

MARKNEWS.ID, Yogyakarta – Indonesia menargetkan tujuan pembangunan berkelanjutan SDGs dapat tercapai pada 2030. Perujudan SDGs sudah seharusnya menjadi prioritas bagi pemda kabupaten/kota di DIY dan semestinya dikomitmenkan sebagai agenda pembangunan inklusif.

“Keterbatasan sumberdaya dan kompleksitas permasalahan tiap daerah yang berbeda-beda perlu disikapi dengan penyusunan alur program dan kegiatan yang sistematis dalam dokumen rencana aksi,” ujar anggota Forum Penguatan Hak Penyandang Disabilitas, Ahmad Ma’ruf, di Yogyakarta, Selasa (17/9).

Pada seminar ‘Draf Rencana Aksi Daerah sebagai Implementasi SDG’s Berperspektif Disabilitas Tingkat Kabupaten DIY’, itu Ma’ruf juga mengatakan, meski prinsip dasar pembangunan bersifat inklusif, namun ketika tidak ada penekanan yang tekstual terkadang dalam pelaksanaan pencapaian SDGs menganaktirikan para penyandang disabilitas.

Karenanya, imbuh Ma’ruf yang mewakili unsur Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah, itu pada semua dokumen perencanaan pembangunan yang berujung pada pencapaian tujuh belas tujuan pembangunan berkelanjutan perlu memiliki perspektif disabilitas yang terlihat dari desain program yang melibatkan komunitas rentan termasuk difabel.

“Bentuk program dapat disesuaikan dengan kebutuhan maupun permasalahan difabel. Implementasinya secara nyata pun harus memberikan kuota tertentu pada penyandang disabilitas,” tandas Ma’ruf pada forum yang dihelat FPHPD (Forum Penguatan Hak Penyandang Disabilitas) yang diinisiasi oleh CIQAL, Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah, dan ILAI itu.

Pada seminar yang mengundang pula Suryatiningsih BL, Winarta, Ibnu S sebagai narasumber itu juga menyampaikan rumusan program dan kegiatan untuk pencapaian tujuan penghapusan kemiskinan termasuk sasaran penyandang disabilitas, pendidikan inklusi berkelanjutan, penyediaan infrastruktur yang ramah difabel, serta ketenagakerjaan yang menyerap penyandang disabilitas. Dokumen tersebut disampaikan ke pemda Gunung Kidul, Bantul, Sleman, dan Kulonprogo.

RULL

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar