Partai Perindo Usulkan Gedung Sekolah Jadi Shelter Pasien Covid-19

Yuni Astuti (tengah)

 

Marknews.id, Yogyakarta– Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Perindo Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Yuni Astuti mengusulkan gedung sekolah untuk shelter penderita penyakit akibat virus corona. Mengingat daya tampung rumah sakit di DIY sudah minim bahkan over capacity akibat lonjakan jumlah penderita Covid-19.

Menurut Yuni, perlu ada langkah antisipasif yang dilakukan pemerintah di tengah lonjakan kasus positif berupa terobosan baru yaitu menjadikan sekolah-sekolah atau kampus menjadi shelter isolasi mandiri untuk masyarakat umum maupun isoman (isolasi mandiri) yang belum tertangani dengan bagus.

“Penggunaan fasilitas itu gratis. Pemerintah bisa memanfaatkan bangunan-bangunan sekolah maupun kampus untuk shelter isolasi mandiri. Saat ini kan kegiatan belajar mengajar masih daring. Tidak ada salahnya bangunan-bangunan sekolah dipakai pemerintah untuk shelter isolasi mandiri,” kata Yuni, Ahad, 11 Juli 2021.

Menurut dia, bangunan sekolah relatif baik kualitasnya. Ada ruang-ruangnya jadi nggak kayak tenda-tenda darurat. Fasilitas kamar mandinya juga ada.

Yuni menambahkan saat ini penanganan Covid-19 sudah darurat sehingga pemerintah mengeluarkan kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat Jawa-Bali, 3-20 Juli 2021.

Di tengah situasi darurat ini, Yuni menyarankan pemerintah benar-benar berjuang dan bekerja secara nyata untuk masyarakat, sehingga pandemi segera rampung.

Kepada masyarakat, Yuni mengimbau agar mematuhi protokol kesehatan. Apabila tidak ada keperluan yang mendesak sebaiknya tetap tinggal di rumah saja. Masyarakat diminta selalu mematuhi protokol kesehatan.

“Sebaiknya di rumah saja apabila tidak ada keperluan yang mendesak atau urgent. Mari sama-sama kita bantu pemerintah agar pandemi ini lekas usai. Sama-sama kita berdoa sesuai dengan keyakinan masing-masing agar bangsa Indonesia dimudahkan dan bisa melalui kondisi pandemi ini,” kata Yuni.

FULL

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar