Pantai Nampu, Indah, Banyak Ikan, Akses Sulit

Pantai Nampu  di Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Gunung Kidul

MARKNEWS.ID, Gunung Kidul – Pantai Nampu  di Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Gunung Kidul begitu indah. Di balik keindahannya ada beraneka ragam binatang laut yang bisa menghidupi masyarakat sekitar.

Ada banyak macam ikan di situ seperti ikan tongkol, gurita, lobster dan masih banyak jenis ikan lain yang bisa ditangkap oleh nelayan. Untuk wisatapun, pantai ini sangat indah. 

Sayangnya, akses jalan menuju bibir pantai masih buruk. Jalan untuk wisatawan berliku dan sempit. Untuk akses nelayan apalagi, dari 350 meter panjang akses jalan dari jalan aspal, hanya 150 meter yang dicor. Sisanya jalan setapak dan membahayakan.

“Kalau akses jalan untuk nelayan sulit, akibatnya justru harga ikan jadi murah,” kata Ketua nelayan Mina Bahari Pantai Nampu, Sunu Handaka saat dikunjungi Anggota Komisi D DPRD DIY, Imam Taufik, Jumat, 17 Januari 2020.

Saat ini 26 nelayan di Pantai Nampu menggunakan jasa membawa hasil tangkapan ke sisi atas pantai. Minimnya akses jalan menjadikan mereka harus mengeluarkan lebih banyak dana untuk operasional.

Para nelayan berharap pemerintah membantu  akses jalan bagi nelayan. Karena jalan itu sangat vital. Selama ini nelayan menggunakan akses jalan darurat yang  curam. Meskipun sudah ada jalur cor blok sepanjang 150 meter, namun masih ada jalur dengan panjang sekitar 200 meter yang harus dibangun.

“Kalau musim hujan sulit dilalui,” kata dia.

Selain itu para nelayan juga berharap ada normalisasi jalur sehingga tidak membahayakan masyarakat.  Jalur yang sudah dibuat cor blok cukup curam. 

Petugas dari  Dinas Kelautan dan Perikanan Gunung Kidul yang bertugas di Pantai Sadeng dan Wediombo, Rubiyanto menyatakan potensi ikan di pantai Nampu cukup besar. Namun  nelayan tidak bisa maksimal melaut karena jalur menuju pantai sangat sulit.

Dalam  sehari lebih dari 500 kilogram ikan ditangkap nelayan.  Namun jalur jalan sulit menjadikan nelayan tidak maksimal melaut. Karena untuk turun ke pantai sulit, kemudian membawa hasil tangkapan ke TPI (tempat pelelangan ikan) juga sulit.

“Pertumbuhan nelayan di sini sangat pesat. Dulu hanya ada enam kapal, sekarang sudah lebih dari 20 kapal penangkap ikan. Masyarakat sekarang lebih antusias jadi nelayan,” kata dia.

Menanggapi hal ini Anggota Komisi D DPRD DIY, Imam Taufik  akan membawa masalah tersebut dalam pokok-pokok pikiran di DPRD. Ada beberapa mekanisme yang akan dicoba untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di pantai Nampu. 

“Mudah-mudahan bisa masuk anggaran di 2021 atau di perubahan 2020. Karena ini sangat penting,” kata politikus PKS ini.

Dia meminta beberapa hal termasuk panjang serta lebar jalur yang dibutuhkan.  Selain itu juga titik pasti sehingga Pemerintah Daerah DIY tidak keliru dalam menjalankan program. 

“Kami minta kejelasan lokasi yang akan dibuat jalan,” kata dia.

FULL

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar