Muhammadiyah DIY Kirim 1.310 Peserta OlympicAD


MARKNEWS.ID, Yogyakarta – Pengurus Daerah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta mengirim sebanyak 1.310 peserta ke OlympicAD. OlympicAD adalah Olympiade Ahmad Dahlan.

Yaitu kegiatan resmi tingkat
nasional yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat
Muhammadiyah (Dikdasmen PPM). OlympicAD tingkat nasional rutin digelar setiap 2 (dua)
tahun sekali. Kali ini akan dihelat di Semarang, pada 26-28 Oktober 2019. Temanya adalah
“Membangun Sinergi untuk Pendidikan Muhammadiyah Berkemajuan di Era 4.0.”

“Kafilah Muhammadiyah D.I.
Yogyakarta akan mengirimkan 1.310 orang peserta dan pendamping pada ajang OlympiCAD ke-VI,” kata Dr. Tasman Hamami, M.A, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat, 25 Oktober 2019.

OlympicAD ke-VI kali ini akan dihadiri 7.800an pelajar dan guru Muhammadiyah se-Indonesia.Kafilah Muhammadiyah DIY siap menyukseskan OlympicAD ke-VI. Pihaknya telah melakukan pendataan, pembinaan dan pengorganisiran peserta
sekolah/madrasah Muhammadiyah se DIY untuk mengikuti OlympicAD ke-VI.

Proses pendataan, pembinaan dan pengorganisiran ini melibatkan Majelis Dikdasmen Daerah Kab/Kota dan
Kepala Sekolah/Madrasah Muhammadiyah se DIY dan  pendamping. Usaha tersebut telah membuahkan hasil yang luar biasa.


Mereka berasal dari 180 sekolah/ madrasah Muhammadiyah se DIY dan akan mengikuti 21 cabang lomba.  Di antaranya Olimpiade Mata Pelajaran, Olimpiade Kreativitas Pelajar, Olimpiade
Guru dan Kepala Sekolah/Madrasah, Olimpiade Sekolah/Madrasah, Olimpiade Quran, dan juga Tumamen Tapak Suci.

“Semua cabang lomba itu akan digelar di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus),” kata Farid Setiawan, M.Pd.I, Ketua Kafilah Sekolah/Madrasah Muhammadiyah DIY.


Sesuai tujuan OlympicAD ke-VI, mereka yang mewakili Muhammadiyah DI Yogyakarta tidak saja diharapkan mampu merajut silaturrahim, membangun sinergi dan kolaborasi, tetapi juga meraih prestasi terbaik. Sebab, event dua tahunan tersebut juga memberikan ruang kompetisi dan unjuk prestasi bagi pelajar dan guru Muhammadiyah se Indonesia.

“Dengan demikian, mereka diharapkan mendapatkan hasil terbaik agar semakin mengharumkan nama Pendidikan Muhammadiyah di DIY yang sampai saat ini masih dijadikan sebagai barometer kualitas mutu pendidikan
Muhammadiyah di Indonesia,” kata dia.

FULL

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar