Membayangkan Bung Karno Latihan Pidato di Kamar Kos

Membayangkan Bung Karno Latihan Pidato di Kamar Kos. Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY dan Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Surabaya saat berada di kamar kos Bung Karno.


MARKNEWS.ID, Surabaya – Rombongan Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta bersama puluhan wartawan mengunjungi rumah kelahiran dan  kos Bung Karno di Surabaya, Selasa, 4 Februari 2020. Bahkan saat berada di rumah peninggalan HOS Tjokroaminoto yang menjadi tempat kos Soekarno, ketua Komisi A Eko Suwanto membayangkan bagaimana presiden pertama itu latihan pidato.

“Saya membayangkan bagaimana Bung Karno latihan pidato meniru gurunya, HOS Tjokroaminoto di kamarnya di lantai dua ini,” kata Eko Suwanto, saat mengunjungi rumah perjuangan HOS Tjokroaminoto di Jl. Peneleh VII / 29-31 Surabaya, Selasa, 4 Februari 2020.

Pada September 1996,  rumah peninggalan H.O.S Tjokroaminoto ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya yang harus dijaga dan menjadi rumah bersejarah. Rumah ini memiliki sejarah yang penting, dan pernah dihuni oleh bapak proklamator bangsa dan dikunjungi oleh tokoh-tokoh pergerakan nasional.

Di rumah yang kini menjadi museum itu, Soekarno sering beradu argumen dengan tokoh-tokoh lain yang bahkan berbeda ideologi. Rumah Tjokroaminoto merupakan rumah ideologi dialogis. Rumah itu adalah tempat bertemunya tokoh-tokoh yang mempunyai ideologi berbeda-beda.

 Rumah tersebut juga menjadi tempat mengadu ideologi antara Tjokroaminoto dengan Semaoen, Alimin serta Darsono dan Tan Malaka yang berideologi Marxis-Komunis.

Soekarno indekos di sana karena  melanjutkan pendidikan di Hogere Burger School, Surabaya. Tidak hanya Soekarno saja yang pernah tinggal di rumah itu.  Tokoh pendiri Darul Islam, Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo juga pernah tinggal di rumah H.O.S Tjokroaminoto.

Para pemuda yang indekos di rumah Tjokroaminoto ini tidak krisis bacaan, karena banyak tokoh-tokoh pergerakan nasional dan agama yang datang bertamu di rumah Ketua Umum Sarekat Islam. 

“Saya tidak bisa membayangkan, di mana Bung Karno dapat buku-buku bacaannya,” kata Eko.

Kamar kos Soekarno berada di lantai dua, ada tangga tegak yang menjadi akses ke kamar itu. Di situlah Bung Karno melatih diri berpidato berapi-api. Soekarno belajar berpidato saat malam hari, ia berpidato dengan mengamati teknik orasi Tjokroaminoto yang sanggup membangkitkan jiwa nasionalisme para pengikutnya. 

“Jika kalian ingin menjadi pemimpin besar, menulislah seperti wartawan dan bicaralah seperti orator,” kata   Tjokroaminoto kepada muridnya seperti dalam buku “Tjokroaminoto Guru Para Pendiri Bangsa”.


Ditemani ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono, para anggota Komisi A DPRD DIY dan para jurnalis juga mengunjungi rumah kelahiran Bung Karno di Jalan Pandean Gang IV nomor 40 Paneleh kecamatan Genteng, Surabaya. 

“Alhamdulillah saya beserta kawan-kawan DPRD dan wartawan DIY  dapat kesempatan mengunjungi rumah dimana Bung Karno dilahirkan. Rasanya seperti melihat matahari terbit, lahir semangat yang menggelora untuk menjaga Pancasila, ideologi bangsa Indonesia yang digali Bung Karno. Kita masuk ke rumah yang diyakini menjadi tempat Bung Karno dilahirkan, rasanya kita semua Kangen Bung Karno, Rindu Pancasila”, kata Eko.

“Setelah tadi melihat dari dekat rumah dimana Bung Karno dilahirkan, kita bersyukur bisa mengunjungi kamar Bung Karno di rumah HOS Cokroaminoto. Kita tadi ke lantai 2 di mana Bung Karno tinggal, belajar dan berlatih pidato.  Betapa saat itu generasi muda bernama Soekarno punya tekad niat dan hasrat untuk sinau, belajar ilmu pengetahuan sekaligus pembentukan watak dan karakter, selain kembangkan kemampuannya berorasi,” Eko menambahkan

Adi Sutarwijono menyatakan, media massa adalah tempat yang efektif untuk membantu mempromosikan tentang gagasan-gagasan yang digali dari nilai-nilai Pancasila.

“Pemerataan kue-kue pembangunan di Kota Surabaya, menjadi wujud konkrit nilai-nilai Pancasila, terutama keadilan sosial,” kata Adi Sutarwijono. 

FULL

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar