Mandiri Jogja Marathon 2019 Dihelat 28 April


MARKNEWS.ID, Yogyakarta – Lomba lari Mandiri Jogja Marathon 2019 diikuti oleh 7.500 peserta. Ada 24 pelari dari  sembilan negara yang ikut dalam perhelatan pada 28 April 2019 ini. Sebanyak 13 pelari dari Kenya ikut lomba yang dihelat di Kawasan Candi Prambanan dan 13 desa sekitarnya.

Menurut Vice President Corporate Communications Bank Mandiri Rudi As Aturridha, animo pecinta olahraga lari sungguh luar biasa. Lomba olahraga yang dipadukan dengan pariwisata atau disebut sport tourisme ini memang sedang menjadi tren.

“Tidak hanya pelari yang senang,  tetapi masyarakat juga senang karena dilibatkan dalam event ini,” kata Rudi, Kamis, 4 April 2019.

Tahun ini merupakan perhelatan Mandiri Jogja Marathon yang ke 3. Perhelatan ini  melibatkan masyarakat di desa-desa yang dilalui rute marathon. Sehingga masyarakat dapat lebih merasa memiliki dan terlihat aktif dalam perhelatan akbar ini.

“Kami akan terus meningkatkan kualitas Mandiri Jogja Marathon agar ke depan event ini dapat menjadi kalender tetap para pelari dari berbagai negara,” kata Rudi.

Ajang Mandiri Jogja Marathon dihelat pada Minggu, 28 April 2019 dengan lokasi start dan finish di kawasan Candi Prambanan. Adapun dari seluruh pelari yang akan berlaga, sebanyak 670 pelari akan mengikuti kategori full marathon (42 K), 1.530 pelari mengikuti kategori half marathon (21 K), 2.280 pelari mengikuti kategori 10K dan lebih dari 3 ribu pelari mengikuti kategori 5K.

“Dari seluruh peserta tersebut, sebanyak 85,31 persen berasal dari luar Yogyakarta,” kata Rudi.

Bank Mandiri menggelar ajang marathon internasional di Yogyakarta untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di Indonesia. Lomba Lari bertajuk Mandiri Jogja Marathon 2019 yang memperebutkan total hadiah mendekati Rp 1 miliar ini akan diikuti.

Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta Singgih Rahardjo menyatakan, penyelenggaraan Mandiri Jogja Marathon tahun ini melibatkan lebih banyak Iagi sekolah, sanggar, komunitas seni dan kelompok kelompok lainnya untuk berperan aktif.

“Marathon ini juga lebih mengangkat dan mempromosikan kekayaan budaya Iokal sehingga dapat memacu pengembangan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya,” kata  Singgih.

Race Director Mandiri Jogja Marathon Pandu Buntaran mengatakan, peserta dapat melakukan race pack collection pada 26-27 April 2019 di Hotel RoyaI Ambarrukmo, Yogyakarta. Sementara race village akan berada di kawasan Candi Prambanan serta diisi dengan pertunjukan band lokal, Shaggydog dan Desperados.


Di rute, peserta akan melewati berbagai destinasi. Titik start di lapangan utama Roro Jonggrang, selanjutnya pemandangan akan dinikmati mulai kilometer 13 hingga 15. Para pelari akan diberi pemandangan gugusan Gunung Merapi.  Selanjutnya di kilometer 26, pelari akan disambut oleh Monumen Taruna Perjuangan dengan Museum Pelataran. Selanjutnya kilometer 37-39 pelari ditemani oleh indahnya Candi Plaosan Lor dan Plaosan Kidul.  Sedangkan di kilometer  40 ada pemandangan Candi Sewu dan Candi Bubrah dan hingga akhirnya finish di Candi Prambanan.

“Selain titik tersebut, di beberapa rute lainnya pelari juga akan menikmati pemandangan sawah dan nuansa pedesaan yang sangat khas dengan kearifan lokal Jawa khususnya  Yogyakarta,” kata dia.

Khusus pada kategori Full Marathon, para pelari akan melintasi 13 desa di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta serta 3 daerah tujuan wisata utama di Yogyakarta, seperti Candi Prambanan, Candi Plaosan dan Monumen Taruna.

“Dalam pemilihan rute Iari, kami mempertimbangkan kenyamanan para pelari dimana peserta lomba dapat berkompetisi sambil menikmati keindahan alam dan kehangatan masyarakat Yogyakarta,” kata Pandu.

FULL

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar