Maling ini Sembunyikan HP Curian di Kuburan


MARKNEWS.ID, Yogyakarta – Ada ada saja ulah maling untuk menyembunyikan hasil curiannya.  Seorang residivis,  San, 44 tahun, arga Gatak, Sukoharjo, Jawa Tengah, ditangkap  petugas Reskrim Polres Bantul.

Dia diduga mencuri  puluhan handphone (HP) di salah satu konter yang ada di Kasihan, Bantul. Sebagian barang curian disembunyikan di kuburan.

Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Rudy Prabowo mengatakan aksi pencurian ini dilakukan San alias Mletot pada 13 Februari yang  lalu. Dengan menggunakan sepeda onthel dia beraksi di konter handphone milik Roem Abdurrahman yang ada di Desa Tamantirto, Kasihan, Bantul yang sudah diincarnya.

“Dengan cara memanjat tembok dan menjebol eternit dia masuk ke dalam konter dan membawa sejumlah HP,” kata Rudy,  Senin, 25 Februari 2019.
Barang curian ini pun dibawa dengan keranjang yang ada di sepedanya. Selanjutnya sebagian disimpan di sebuah kuburan. Beberapa handphone hasil curian juga sudah dijual ke beberapa konter.


Terungkapnya kasus ini, setelah korban membuka konter. Saat masuk eternit atap ruangan konter sudah jebol. Barang dagangan berupa HP yang ada di etalase juga sudah raib. Kerugian ditaksir mencapai Rp25 juta. Kasus inipun dilaporkan ke polisi dan dilakukan penyelidikan. Akhirnya tersangka diamankan di tempat kostnya di wilayah Umbulharjo, Yogyakarta.


“Barang curian itu sebagian disimpan di kuburan. Dia sengaja mencuri karena sering lewat dan melihat banyak HP, sehingga timbul niatan untuk mencuri,” kata dia.


Polisi menyita 18 unit smartphone, dan 7 unit LCD smartphone dengan berbagai merek sebagai barang bukti. Karena  perbuatannya itu, malang ini dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman makismal 7 tahun penjara.  

Tersangka selama ini bekerja di sebuah tempat pengepul barang bekas (rongsok). Dia merupakan residivis yang sudah dua kali melakukan aksi pencurian berupa kabel proyek di Kulon Progo. Dalam aksinya dia selalu melakukannya seorang diri.


“Dia sudah dua kali mencuri di Kulon Progo dan diproses hukum,” Rudy menambahkan.

Mlethot mengaku baru setahun tinggal di Yogyakarta dan bekerja di tempat pengepul barang bekas. Dia nekat mencuri karena masalah ekonomi. Ia juga tergoda karena sering melihat banyak HP di konter yang ia sering lewat di depannya.


“Biasanya saya beli barang rongsokan, tetapi saya khilaf mencuri, saya tergoda,” kata dia.

Uang hasil curian ia gunakan untuk membeli rokok. Selain itu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

MS

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar