Lebaran, PT Kereta Api Yogyakarta Tambah 76.398 Kursi Penumpang


MARKNEWS.ID, Yogyakarta – Untuk mengantisipasi melonjaknya penumpang kereta api melalui Daerah Istimewa Yogyakarta,  PT Kereta Api Indonesia menyediakan delapan kereta api tambahan. Jumlah penumpang pada liburan lebaran 2019 ini diprediksi  juga meningkat.

PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 6 Yogyakarta dan Jawa Tengah juga membuat pos komando atau posko lebaran mulai 26 Mei hingga 16 Juni 2019. Juga menyediakan posko kesehatan serta ada anjing pelacak untuk mendeteksi barang terlarang dan berbahaya.

“Kami menyediakan delapan kereta api tambahan dan menyediakan posko lebaran,” kata Executive Vice President PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 6 Yogyakarta Eko Purwanto, satu apel siaga posko lebaran di stasiun Yogyakarta (Stasiun Tugu), Ahad, 26 Mei 2019.


Pada Angkutan Lebaran tahun ini, PT Kereta Api Daerah Operasi 6 Yogyakarta menyediakan 8 kereta apa  tambahan di antaranya Kereta api Argo Lawu Fakultatif, Argo Dwipangga Fakultatif, Taksaka Pagi Tambahan, Taksaka Malam Tambahan, Lodaya Pagi Tambahan, Lodaya Malam Tambahan, Sancaka Tambahan, dan Mataram Lebaran.

Total kapasitas tempat duduk kereta api  tambahan lebaran berjumlah 76.398. Selain itu juga ada kereta api tambahan ekstra lebaran 2019 relasi Purwosari-Pasar Senen dengan nama “Purwosari Tambahan”.

Selama masa Angkutan Lebaran ini, PT Kereta Api  Daerah Operasi  6 mengerahkan seluruh pekerja untuk melaksanakan posko Angkutan Lebaran. Posko terdiri dari Posko Data, Posko Humas, Posko Kesehatan, Posko Pelayanan, Posko IT, Posko Pengamanan, serta Sub Posko di setiap stasiun.


Menurut Eko Budiyanto, Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 6 Yogyakarta,  setiap mau berangkat,  masinis diperiksa kesehatannya. Jika dinyatakan tidak sehat maka masinis dilarang mengemudikan lokomotif. Juga jika terindikasi minum alkohol atau obat terlarang dipastikan tidak boleh mengoperasikan kereta api.

“Posko kesehatan disediakan untuk para penumpang.  Boleh periksa kesehatan acara gratis. Apalagi jika ada yang sakit. Masinis juga diperiksa kesehatannya sebelum mengoperasikan kereta api,” kata Eko.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar