Katon Bagas Kelabui Polisi dan Pegawai Bank, Gasak Ratusan Juta Rupiah

Yogyakarta – Akal bulus seorang mahasiswa di Yogyakarta ini muncul karena tergoda uang dan kepepet. Sebab, temannya yang sesama mahasiswa di kampus swasta diketahui mempunyai banyak uang di rekening bank.

Katon Bagas Setyary, mahasiswa asal  Kelurahan Batu, Kecamatan Madang Suku III, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan kepepet karena orang tuanya terlilit utang. Mahasiswa Amikom Yogyakarta itu juga ingin memiliki banyak uang. Ia menguras duit temannya lebih dari Rp 200 juta.

Ujungnya, ia mencuri kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik temannya. Tenan kuliah dan satu daerah yang bernama Kurniawan Tri Widiarto.

“Mereka berteman, satu kampus dan satu daerah asal,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Daerah Istimewa YogyakartaKomisaris Besar Hadi Utomo, Selasa, 26 Februari 2019.

Akal bulus Katon bertambah usai mengambil kartu ATM dan KTP korban. Ia lalu pergi ke kantor polisi untuk melaporkan kehilangan. Polisi di Sektor Banguntapan, Bantul pun dikelabui.

Ia lapor ke polisi dengan mengatakan kehilangan kartu ATM dan KTP. Namun atas namanya bukan Bagas melainkan nama korban. Untuk meyakinkan polisi, ia mengeluarkan fotokopi KTP yang fotonya agak buram. Lalu ia berhasil mendapatkan surat kehilangan dari polisi.

Akal bulusnya kembali berputar. Ia Lalu mendatangi Kantor Cabang Utana Bank Panin di Jalan Afandi Caturtunggal Depok Sleman, 26 Desember 2018. Katon berperan seolah-olah Kurniawan Tri Widiarto si korban.

Katon datang di bank sambil membawa surat keterangan kehilangan dari Polsek Banguntapan Bantul, kartu ATM dan KTP atas nama Kurniawan Tri Widiarto. Kedatangannya di bank tersebut dengan keperluan meminta ganti buku tabungan. Pihak bank juga terkecoh dengan akal bulus tersangka.

“Setelah dilayani oleh CS (customer service) bank, tersangka pada saat itu juga mengambil uang tunai Rp 50 juta,” kata Hadi.

Selanjutnya, kata Hadi, tersangka pada Kamis 27 Desember 2018, mengaktifkan mobile banking atas nama Kurniawan Tri Widiarto di Kantor Cabang Pembantu Panin Bank Baturaja OKU Sumatera Selatan.

Setelah mengaktifkan mobile banking, tersangka mentransfer uang Rp 115 juta ke rekening ayahnya, Sarino. Lalu mentransfer Rp 36 juta atas nama Suroyo untuk membeli sepeda motor Kawasaki KLX. Tersangka Katon juga menggunakan Rp 700 ribu untuk membeli pakaian online. Tersangka juga mentransfer uang Rp 29 juta atas nama dirinya, Katon Bagas Setyari.

Merasa kehilangan kartu ATM dan KTP korban lalu melapor ke bank. Ternyata setelah proses prosedur bank, ia baru tahu kalau buku tabungan sudah diganti. Uang yang ada di rekening juga sudah berkurang lebih dari Rp 200 juta atau Rp 230,7 juta.

Secara umum modus operandi yang dilakukan tersangka adalah mengambil KTP dan ATM milik korban, lalu membuat laporan palsu meminta ganti buku tabungan di bank lau mengambil uang tunai dan transfer.

“Tersangka kita tangkap di Banyuwangi, Jawa Timur,” kata dia.

Hadi menjelaskan, tersangka dijerat pasal 263 KUHP dan atau pasal 363 KUHP dan pasal 3 atau 4 UU nomor 8/2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).


Tersangka Katon mengatakan, korban merupakan temannya sendiri. Bahkan bisa dibilang teman akrab. Dalam rekening milik korban, saldo sebesar Rp 500 juta. Namun tidak semua uang diambilnya.

“Saya baru pertama kali melakukan ini. Karena ingin membantu bapak dan punya uang,” kata Katon.

MS

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar