Isolasi di Hotel dan Wisma UGM Dibiayai Pemerintah

Marknews.id, Yogyakarta – Bagi para pasien Covid-19 yang sudah membaik dan tidak membutuhkan perawatan medis lebih dirujuk ke shelter hotel dan wisma milik Universitas Gadjah Mada (UGM). Mereka tidak dipungut biaya, namun biaya Rp 200 per hari diklaimkan ke Dinas Kesehatan.

“Ini merupakan shelter yang terhubung dengan rumah sakit. Kita punya koordinasi dan monitoring pasien yang ada di shelter jika ada keburukan (kondisi pasien memburuk),” kata Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM dr. Ade Febrina Lestari, M.Sc., Sp.A, saat peresmian hotel dan wisma UGM, Rabu, 14 Juli 2021.

Ia mengatakan, para pasien yang sudah tidak membutuhkan perawatan lebih di rumah sakit, yaitu Rumah Sakit Umum Pusat Sardjito dan RSA UGM akan dirujuk ke dua shelter itu. Dengan adanya shelter itu, bisa mengurangi tingkat keterisian bed (ranjang) rumah sakit. 

Shelter ini, kata dia adalah jalan untuk mengurangi penuhnya ranjang rumah sakit yang diperuntukkan menangani pasien covid-19. Pasien yang sudah ringan penyakitnya dipindahkan ke shelter yang juga menyediakan dokter dan perawat siaga. 

“Ini bisa menjadi contoh shelter lain. Memperbanyak shelter supaya  masyarakat tertangani dengan baik,” kata dia.

Rektor UGM Panut Mulyono menyatakan hotel dan wisma milik UGM ini merupakan shelter yang disiapkan untuk melayani pasien covid-19. Pelayanan tetap seperti pelayanan hotel dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. 

Kamar-kamar yang ada di hotel dan wisma milik UGM yang berada di Boulevard di lingkungan kampus ini memang standar hotel. Ada yang satu kamar dua ranjang dan ada yang satu kamar satu ranjang. Juga ada kamar observasi yang dibuat senyaman mungkin.

Pihak UGM menyiapkan Wisma Kagama dan University Club (UC) Hotel sebagai tempat isolasi darurat mulai Rabu, 14 Juli 2021. Wisma Kagama dan UC Hotel masing-masing memiliki 28 kamar dengan total 43 bed (ranjang) dan 71 kamar dengan 132 bed yang semuanya siap untuk digunakan. 

Sebelumnya, UGM telah mengalokasikan beberapa gedungnya menjadi shelter untuk penyintas Covid-19 bergejala ringan dan menengah. Gedung-gedung yang dialokasikan tersebut, seperti asrama mahasiswa di Baciro kota Yogyakarta, Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM, Wanagama dan asrama Laboratorium Geologi di Bayat, Klaten, serta Mardliyyah Islamic Center (MIC) UGM. 

“Islamic Center (MIC) juga digunakan untuk shelter karena dekat dengan rumah sakit Sardjito,” kata Panut.

 

FULL

 

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar