Ini 7 Rekomendasi DPRD untuk Percepatan Penanggulangan Covid-19 di DIY

Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY

 

Marknews.id, Yogyakarta – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui komisi A memberi 7 rekomendasi percepatan penanganan Covid-19. Rekomendasi itu merupakan hasil rapat kerja Komisi A DPRD DIY dengan Kadarmanta Baskara Aji, Sekretaris Daerah DIY.

Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY menyatakan dengan tujuh rekomendasi tersebut diharapkan pemerintah daerah istimewa Yogyakarta dan jajarannya bersama pemerintah kabupaten Sleman, Bantul, Gunungkidul, Kulonprogo dan Kota Yogyakarta bisa tuntaskan penanganan dan layanan kesehatan secara optimal untuk seluruh warga DIY yang terdampak COVID-19.

“Harapan kita semua pasien yang butuh penanganan bisa tertolong, termasuk penanganan dampak akibat penyakit Covid-19,” kata Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan.

Melalui tujuh rekomendasi yang ada, ia berharap agar upaya pitulungan (pertolongan) atau langkah pertolongan bagi warga bisa berjalan baik. Tujuh rekomendasi kepada pemda DIY tentang percepatan penanganan Covid-19 yaitu  pertama membantu alat bagi operasi pencegahan, misal masker kain, alat semprot disinfektan, dan lain-lain berbasis Desa/Kelurahan. Pemkab Pemkot bisa berbasis Dusun/Dukuh/RW.

Kedua, meningkatkan koordinasi dengan Polri, Kejaksaan TNI dan Kehakiman terkait Gakkum. Bisa dengan fasilitasi operasi bersama.

Ketiga, peningkatan dan penambahan layanan RS dan shelter serta bantuan bagi isoman baik obat maupun permakanan. Pemerintah kabupaten Bantul, Gunungkidul, Sleman, Kulonprogo dan pemkot Yogyakarta juga bisa berperan serta

Keempat bantuan alat pelindung diri atau APD dan kelengkapan alat pemakaman berbasis kecamatan. Pemkab pemkot bisa bantu berbasis desa/kelurahan. Serta memberikan anggaran operasional dan sarana prasarana bagi petugas pemakaman

Kelima bantuan sosial dimulai dengan pendataan dan penyelarasan baik yang bersumber data kemensos, dana desa dan lain-lain.

Keenam, Pemda DIY agar segera membantu menjamin pasokan oksigen ke rumah sakit. Ketujuh, Pemda DIY perlu berikan perlindungan, termasuk asuransi bagi tenaga medis, para medik serta relawan.

“Hal krusial adalah memastikan semua elemen yang bekerja di lapangan terlindungi, dilengkapi alat pelindung diri. Ini berlaku untuk seluruh tenaga medis, paramedis dan relawan. Ini penting, agar mereka bisa sehat,’ kata Eko Suwanto.

Sesuai laporan terkini dari Germas COV DIY hingga Senin, 12/7/2021 kasus konfirmasi positif Covid-19 masih sangat tinggi yaitu 1.731 kasus atau turun dari 1.895 sehari sebelumnya. Kasus kematian masih tinggi meski angkanya turun yaitu 47 kematian dari 50 kematian. Tertinggi angka kematian terjadi di Sleman yaitu 17 orang meninggal.

Angka kesembuhan sedikit turun dari 72,97 persen menjadi 72,35 persen.  Kasus aktif naik menjadi 19.538 atau 25,05 persen. Angka positif Covid-19 semakin menurun dari 29,4 persen jadi 25,05 persen. Bed rumah sakit bertambah jadi 1.519 dengan keterisian mencapai 98,2 persen,  ICU 80,8 persen (rerata total 90,67 persen).

“Kita semua wajib berkontribusi dalam langkah memutus mata rantai penyebaran penyakit menular baru. Selalu berdisiplin jalankan protokol kesehatan, rajin cuci tangan dengan air mengalir, pakai masker, jaga jarak, hindari kerumunan dan dirumah saja, hidup sehat  Mari berikhtiar dan berdoa agar pandemi segera berlalu,” kata.

 

Full

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar