Hanafi Rais Mundur, Yuni Astuti Berpeluang Jadi Pengganti di DPRRI

Yuni Astuti

MARKNEWS.ID, Yogyakarta – Hanafi Rais, Anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) daerah pemilihan (dapil) DIY, menyatakan mundur sebagai wakil rakyat di Senayan. Ia juga mundur dari kepengurusan partai yang didirikan oleh bapaknya, Amien Rais. Keputusan itu disampaikan melalui surat bermaterai ditandatangani yang bersangkutan dan sudah dikirim ke DPP PAN, Selasa, 5 Mei 2020.

Keputusan itu mengejutkan sejumlah kader PAN di Provinsi DIY. Selain menyampaikan tanggapan karena akan mempengaruhi dinamika internal Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN DIY maupun DPD kabupaten/kota se-DIY, mereka saat ini juga bertanya-tanya siapa yang akan jadi penggantinya.

“Mas Hanafi terlalu terburu-buru mengambil langkah mengundurkan diri. Dia merupakan tokoh yang sudah menasional, aset sekaligus Idola milenial, kolonial dan emak emak,” ungkap Mahmud Ardi Widanto, Ketua DPD PAN Bantul kepada wartawan, Selasa malam, 5 Mei 2020.

Apakah akan terjadi perombakan di DIY? Ardi menyatakan beradasarkan hasil rapat koordinasi nasional (rakornas) PAN yang diselenggarakan online melalui aplikasi zoom, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) menegaskan untuk segera menyenggarakan Musyawarah Wilayah (Muswil).

“Muswil selambat-lambatnya Juli 2020, jika tidak mengadakan Muswil maka ada Plt (pelaksana tugas),” tambahnya.

Ditanya lagi soal siapa pengganti Hanafi, Ardi menyatakan mekanisme pergantian antar-waktu (PAW) DPR RI sepenuhnya merupakan ranah DPP.

Ketua DPW PAN DIY Nazarrudin saat dihubungi wartawan juga mengatakan pengunduran diri Ahmad Hanafi Rais merupakan keputusan pribadi. Pengurus di tingkat provinsi  tidak berhak menentukan pengganti karena kewenangan itu ada di pengurus pusat. 

“Itu kewenangan DPP, saya kewenangannya di provinsi. Saya tidak punya otoritas untuk menyampaikan,” kata Nazaruddin.

Namun, berdasarkan data perolehan suara partai politik dan suara calon dari Partai Amanat Nasional DIY, pada Pemilu Legislatif April 2019, Hanafi Rais memperoleh 171.318 suara. Dari partai ini, posisi kedua peraih suara terbanyak adalah Yuni Astuti sejumlah 7.069 suara. Sedangkan posisi ketiga Ibnu Mahmud Billaludin dengan perolehan 6.627 suara.

Jika merujuk pada Undang-undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3), mekanisme itu secara spesifik diatur dalam Pasal 239 sampai 243 UU MD3. Selain itu, dijelaskan di dalam ketentuan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 6 Tahun 2017.

Merujuk peraturan KPU, terdapat sejumlah alasan PAW salah satunya mengundurkan diri. Penggantinya adalah calon yang perolehan suaranya terbanyak berikutnya dari partai dan daerah pemilihan yang sama.

Adapun proses menuju PAW anggota DPR, diawali secara resmi dari kepengurusan partai tingkat pusat ditujukan ke DPR kemudian DPR meneruskan ke KPU RI.

Saat dikonfirmasi, Yuni Astuti menyatakan dirinya sama sekali belum berpikir soal itu dan tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan. “Jujur, saya belum berpikir, manusia itu berencana tapi Tuhan yang menentukan. Kun faya kun,” kata di di rumahnya di Sambisari, Kalasan, Sleman.

Yuni Astuti adalah salah seorang pengusaha di DIY yang memiliki jaringan sangat luas. Dia merupakan istri dari Faried Jayen Soepardjan, Ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila DIY.

FULL

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar