Eksponen Alumni HMI Yogya Dukung Jokowi

Eksponen alumni HMI Daerah Istimewa Yogyakarta Marzuki AR, Muhammad Taufik dan Budi Nuryanto

MARKNESW.ID, Yogyakarta – Para eksponen alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Daerah Istimewa Yogyakarta mendukung calon presiden/wakil presiden Joko Widodo – Ma’ruf Amin dalam pemilihan presiden 2019. Padahal mayoritas mendukung calon presiden nomor 02 Prabowo-Sandi.

Marzuki AR, salah satu eksponen alumni HMI menyatakan, mayoritas orang HMI memilih nomor 02. Namun, setelah diteliti secara mendalam, para eksponen ini memilih Jokowi-Ma’ruf.

“Setelah kami meneliti sosok Pak Jokowi, beliau bukan anti Islam, beliau juga bukan anak PKI, karena itulah alumni HMI Yogya menyatakan dukungan kepada Jokowi untuk kembali memimpin Indonesia di masa mendatang,” kata Marzuki, Ahad, 24 Maret 2019.

Sengitnya perbedaan pendapat dan pilihan dalam Pilpres 2019, membuat eksponen HMI  pecah dukungan. Selain ada yang mendukung Jokowi banyak juga yang merapat ke Prabowo.

Dari pihak yang pro Jokowi beralasan dukungan itu diberikan karena selama empat tahun kepemimpinan Jokowi membawa kemajuan ekonomi Indonesia.
Gerakan dukungan terhadap Jokowi ini digawangi sejumlah aktivis HMI Yogyakarta antara lain Marzuki AR, Muhammad Taufik dan Budi Nuryanto.

Marzuki dalam pertemuan para alumni HMI yang digelar di Kota Yogyakarta,  Ahad, 24 Maret 2019, menyatakan dihadiri sekitar 50 alumni HMI dari berbagai periode selama aktif di HMI. Gerakan dari Yogyakarta tersebut, diharapkan menjadi pendorong ke arah nasional bagi para alumni HMI untuk memberikan dukungan kepada Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Pertemuan awal ini membuat solid alumni yang memang pro Jokowi, tanpa mengurangi penghormatan kami bagi teman-teman yang pro Prabowo. Dan ini nanti mendorong tingkat nasional,” kata dia.


Muhammad Taufik yang juga alumni HMI Cabang Bulaksumur mengakui di kalangan eksponen HMI terjadi perbedaan pendapat.  Antara pihak yang mendukung Jokowi dengan Prabowo juga saling serang. Ia melihat dukungan yang diberikan kepada Prabowo dari kalangan alumni HMI Yogyakarta bukan karena secara tegas disampaikan melalui publik.  Namun lebih pada berbagai pendapat mereka disampaikan melalui grup medsos seperti Whatsapp alumni HMI.


Di grup tersebut para mantan aktivis HMI banyak yang bersuara dan pro terhadap Prabowo meski tidak sedikit pula yang diam. Perbedaan pendapat seringkali terjadi, namun masih dalam taraf wajar dan menghargai dinamika tersebut.

“Bahkan saya yang pro Jokowi ini juga sempat dikeluarkan dari grup Whatsapp. Kami juga belum tahu, teman-teman yang diam ini menyatakan dukungan kemana, kalau yang banyak bersuara memang mereka ke Prabowo,” kata dia.


Taufik menambahkan, perkembangan kemajuan ekonomi Indonesia selama kepemimpinan Jokowi menjadi alasan secara terang-terangan memberikan dukungan kepada Jokowi. Kemajuan ekonomi itu, diakui kalangan profesional dan pengusaha.

“Di sisi lain, soal infrastruktur di era Jokowi membawa Indonesia bergerak lebih cepat, meski harus diakui beberapa di antaranya merupakan kelanjutan pembangunan era SBY (Susilo Bambang Yudhoyono),” kata dia.


Ia menyontohkan, tuntutan Asean Free Trade, asean ditambah  China mau tisak mau harus dikejar atau keluar dari kesepakatan itu.

“Nah Pak Jokowi memilih untuk mengejar, Pak Jokowi sudah on the track mengejar ketertinggalan itu. Soal ada kalangan yang tergopoh-gopoh, terkaget-kaget tidak bisa mengikuti, itu memang  konsekuensi  dari orang bergerak cepat, sehingga yang lain ketinggalan jauh,” kata Taufik.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar