Dinilai Gagal Pimpin Golkar DIY, Haryadi Diminta Mundur

MARKNEWS.ID, Yogyakarta – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Haryadi Suyuti diminta  mundur dari jabatannya.

Organisasi kepemudaan sayap Partai Golkar menilai wali kota Yogyakarta itu gagal dalam memimpin organisasi politik selama lebih dari satu tahun ini.

Haryadi dianggap gagal dalam mengemban tugas partai karena suara dan kursi pada pemilihan umum 2019 di DPRD turun. Desakan mundur secara hormat disampaikan melalui pernyataan sikap dari pimpinan organisasi kepemudaan partai yang terabung dalam Persaudaraan Pemuda Golkar (PPG).

“Kami minta saudara Haryadi Suyuti mundur dari jabatan Ketua DPD I Golkar DIY karena gagal memimpin,” kata Ketua AMPG (Angkatan Muda Partai Golkar)  Sleman Ihwan Setiawan di Yogyakarta, Senin 9 September 2019.

PPG terdiri dari Angkatan Pemuda Pembaruan Indonesia (AMPI), AMPG, Garuda Nasional (Garnas), Kosgoro dan lainnya. Ia menyebut
Golkar di Provinsi DIY gagal dalam Pemilu 2019.

“Itu bukti ketua gagal menjalankan mesin organisasi partai,” kata dia.


Faktanya, Partai Golkar terpuruk pada konstestasi pemilu  2019 lalu. Misalnya dalam perebutan kursi di DPRD DIY harus kehilangan tiga kursi. Dari delapan menjadi lima kursi saja. Sehingga Golkar gagal menempatkan wakilnya sebagai Pimpinan DPRD DIY periode 2019-2024.

Padahal, jabatan Pimpinan DPRD DIY selalu menjadi jatah Golkar sebagai satu dari empat besar peraih suara terbanyak. Haryadi saat pelantikan pada 2017 lalu berjanji akan meningkatkan kursi di DPRD Provinsi menjadi 10 kursi.

Partai Golkar yang kehilangan tiga kursi di DPRD DIY ini, salah satunya di daerah pemilihan Kota Yogyakarta. Bahkan  di daerah pemilihan ini, perolehan suara kalah dibanding partai baru, PSI (Partai Solidaritas Indonesia) yang sukses menempatkan satu kadernya di DPRD DIY.

Ketua AMPG Kulon Progo Hasan Syaifullah menyatakan saat Haryadi Suyuti mendapat mandat sebagai Ketua DPD I DIY di depan Ketua DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto dan jajaran pengurus partai lainnya, ia  menjanjikan untuk DPRD DIY mampu meraih 10 kursi.

“Kami masih ingat betul itu. Janjinya nambah dua kursi, dari delapan menjadi 10. Tapi yang terjadi sebaliknya, dari delapan malah  menjadi lima kursi,” kata Hasan.

Menurut dia, Haryadi gagal memimpin  partai. Kader partai juga sudah jenuh dengan harapan semu perubahan.

“Kami sangat  prihatin. Salah satu solusinya Pak Haryadi harus meletakkan jabatannya,” desak dia.

PPG melayangkan surat resmi atas pernyataan sikap ini kepada DPP dan DPD I Partai Golkar DIY.

“Pernyataan ini murni atas kinerja sebagai ketua DPD bukan sebagai personal,” dia menambahkan.

Lalu, siapa yang layak menggantikan jabatan Haryadi?

“Kami tidak membahas di ranah itu. Sikap kami hanya minta Haryadi mundur, setelah itu mekanisme partai yang memutuskan,” kata Hasan.

Haryadi Suyuti mengatakan, aspirasi dari organisasi kepemudaaan sah-sah saja. Namun, Wali Kota Yogyakarta yang sudah  dua periode ini mempertanyakan indikator  kegagalan dalam menakhodai partai.

“Dianggap tidak memberi kontribusi, indikatornya apa,” kata dia.

Namun, surat pernyataan yang disampaikan para generasi muda Golkar itu sah sebagai aspirasi. Namun semuanya ada jalur dan mengikuti mekanisme partai..

“Soal itu (desakan mundur) ada mekanisme partai, saya siap mengikutinya,” kata dia.

FULL

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar