Dampak Siklon Savannah, Ribuan Warga Mengungsi, 2 Warga Tewas

Banjir (ist)

Yogyakarta – Akibat Siklon Savannah  di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejumlah infrastruktur rusak. Ribuan orang harus mengungsi dan dua orang warga di Bantul meninggal dunia akibat bencana tersebut. Dilaporkan masih tiga orang dicari karena diduga tertimbun longsor di Imogiri dan Pundong.

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Biwara Yuswantara jumlah warga terdampak keseluruhan untuk seluruh wilayah sebanyak 5.046 orang. Mereka bermalam di lebih dari 23 titik pos evakuasi.

“Selain di wilayah Bantul, dampak siklon Savannah juga dirasakan di wilayah Kulon Progo, Sleman dan Gunungkidul,” kata Biworo, Senin, 18 Maret 2019.

Wilayah terdampak paling banyak terdapat di Kabupaten Bantul meliputi 37 Desa tersebar di 15 Kecamatan  terdiri dari terdampak banjir di  26 desa di 10 kecamatan dan  berdampak pada fasilitas pendidikan 5 , perkantoran 1 dan jalan rusak berat 1 dan di sebagian titik masih terdapat genangan air.  

Longsor terjadi di 12 desa tersebar di 8 K

kecamatan.  Sedangkan angin kencang menyebabkan pohon tumbang di 16 titik, rumah rusak ringan 5, jaringan Listrik 3 yang tersebar 10 Kecamatan dan 12 desa.

Sampai saat ini terdapat 11 titik pos evakuasi dengan jumlah penyintas sebanyak 4427 Jiwa, dan terdapat 3 jiwa masih dalam pencarian. Korban meninggal adalah  Sudiatmojo, 80 tahun, warga  Padukuhan Panjimatan, Wukirsari Imogiri dan Ibu Painem, 70 tahun, warga  Numpukan Karang Tengah, Imogiri. Korban hilang  adalah Eko Supadmi, warga  Pajimatan Kedungbuweng, Wukirsari Imogiri, Rutfi dari warga yang sama dan satu borang belum diketahui namanya dari Pundong.


Kabupaten Kulon Progo terdiri dari 24 desa tersebar di 16 kecamatan   wilayah terdampak Banjir/ genangan di 9 desa di 6 kecamatan, longsor 25 titik di 9 desa tersebar di 8 Kecamatan. Banjir itu  berdampak rumah rusak  ringan 19, Talud 1, jaringan listrik 1, fasilitas olahrahga 1, fasilitas air bersih 1, kandang 1, 2 ekor  kambing. Angin Kencang tersebar di 10 desa di 8 kecamatan  mengakibatkan Pohon tumbang 9, Rumah rusak ringan 3 dan Tiang Listrik 1, sedangkan untuk  penyintas di wilayah wates sebagian besar terkonsentrasi di Stadion Cangkring sebanyak 394 jiwa


“Jumlah tersebut bisa  terus bertambah karena sampai saat ini masih dalam proses evakuasi untuk daerah Bendungan Kecamatan Wates,” kata dia.


Di Gunung Kidul,  wilayah terdampak di 23 desa tersebar di 12 kecamatan terdiri dari angin kencang 2 desa di 2 kecamatan dan  berakibat pada 1 jaringan listrik rusak. Akibat banjir,  terdampak  20 desa di 10 kecamatan dan berakibat pada 1 jembatan rusak, perkantoran 2, fasilitas pendidikan tergenang 3, fasilitas pendidikan rusak 1, pasar 1, kandang 3, fasilitas ibadah 1, kandang 1, talud 1, kapal hilang 4, kapal rusak 8, tempat usaha 102, Pohon tumbang 1, rumah tergenang 35. Sedangkan longsor terjadi 1 titik di  dusun Ngembes, Pengkok, kecamatan Patuk berakibat pada rumah rusak ringan 1. Jumlah  penyintas di wilayah Gunung Kidul sebanyak 96 jiwa.

Di Sleman dilaporkan yang  terdampak di 3 desa tersebar 2 kecamatan terdiri dari longsor 4 titik di 2 desa di 1 kecamatan berakibat jalan rusak ringan 1, talud 1, rumah rusak ringan 1. Angin Kencang 1 desa di 1 kecamatan  mengakibatkan rumah rusak ringan 1 dan jaringan listrik 1.
“Tim dan relawan masih bekerja untuk mencari korban yang belum ditemukan,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar