Candi Prambanan dan Ratu Boko Buka 1 Juli, Pengunjung dan Makanan Dibatasi 

Candi Prambanan

MARKNEWS.ID, Yogyakarta – Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko mulai dibuka untuk kunjungan pada Rabu, 1 Juli 2020. Namun jumlah pengunjung dibatasi dan harus mengikuti protokol kesehatan. Lagi pula, para pengunjung tidak diperbolehkan membawa makanan. Kecuali makanan dan minuman untuk bayi. Di lokasi wisata sudah disediakan tempat untuk menikmati kuliner.

“Mulai 1 Juli, Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko uji coba dibuka untuk pengunjung. Namun jumlah dan waktu kunjung dibatasi, pengunjung tidak boleh bawa makanan dari luar, kecuali untuk makanan bayi,” kata Edi Setijono, Direktur Utama PT. Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, di Lapangan Garuda, Candi Prambanan, Senin petang, 29 Juni 2020.

Ia menjelaskan, pembatasan jumlah pengunjung Candi Prambanan hanya 20 persen dari biasanya yaitu 1.500 pengunjung saja per hari. Waktu kunjung yang senilai dibuka pada pukul 06.00 WIB, kini dibuka mulai pukul 08.00 hingga pukul 16.00 WIB.

Tiket yang disediakan secara daring sebanyak 500 tiket. Sedangkan tiket yang disediakan secara langsung di lokasi sebanyak 1.000 tiket. Protokol kesehatan harus dipenuhi oleh para pengunjung dan pihak pengelola sudah menyediakan tempat cuci tangan hingga klinik dan ambulans jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Dia menjelaskan, uji coba operasional secara terbatas dilakukan selama dua minggu. Pengunjung tidak terbatas orang dewasa tetapi juga anak-anak dan ibu hamil dengan syarat memenuhi protokol kesehatan. Selama di lokasi wisata, pengujung wajib menggunakan masker, jaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

Ia menyinggung soal kesadaran masyarakat yang masih kurang memperhatikan protokol kesehatan dan kebersihan. Sebenarnya syarat itu mudah, namun seringkali pengunjung abai saat tiba di lokasi wisata. 

“Pengunjung harus disiplin menerapkan protokol kesehatan. Pada minggu pertama selama operasional dilakukan monitoring baik dari pemerintah, Satgas Covid-19 dan satuan internal TWC. Setelah itu juga akan dilakukan evaluasi kunjungan wisatawan ini

Kepala Dinas Pariwisata  Daerah Istimewa Yogyakarta Singgih Raharjo menyambut baik terkait persiapan yang diterapkan di destinasi wisata Candi Prambanan dan Ratu Boko. Dia memastikan setiap tahapan dan uji operasional terbatas tetap dilakukan monitoring dan evaluasi. 

“Ini belum operasional penuh tapi terbatas. Baik dari sisi kapasitas maupun jam operasionalnya,” kata Singgih. 

Uji coba tersebut untuk memastikan wisata di Daerah  Istimewa Yogyakarta aman bagi wisatawan. Uji coba terbatas di destinasi lainnya juga bisa terus dilakukan dilakukan secara terbatas. Diharapkan dengan uji coba tersebut ekonomi masyarakat juga bisa bergerak. 

“Kami dalam waktu dekat untuk Sleman menyiapkan uji coba terbatas untuk destinasi wisata Tebing Breksi. Destinasi wisata lainnya juga akan melakukan tahapan-tahapan uji operasional secara terbatas,” kata dia. 

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Daerah Istimewa Yogyakarta Zaimul Azzah  mengapresiasi uji coba operasional di Candi Prambanan dan Ratu Boko ini. Uji coba digelar setelah pengelola melakukan empat kali simulasi operasional sesuai protokol kesehatan. 

“Pengunjung hanya dibolehkan di halaman satu dulu. Jadi tidak boleh naik ke candi. Jumlah pengunjung dibatasi sesuai Protap (protokol dan ketetapan) mulai pukul 08.00 hingga 16.00,” kata dia.

Wakil Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY yang juga Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantara mengatakan perpanjangan status tanggap darurat non bencana alam hingga akhir Juli di wilayah DIY tidak melarang rencana uji coba operasional destinasi wisata. 

“Tanggap darurat periode ketiga ini untuk memastikan penanganan aspek kesehatan di lokasi wisata bisa berjalan optimal. Artinya baik status tanggap darurat dan uji coba operasional ini bukan kontradiktif tetapi memastikan uji coba berjalan sisi kesehatan juga dilakukan,” kata dia.

FULL

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar