Butet : Saling Ejek Saat Pemilu Sudah Rampung

Seniman, akademisi dan budayawan Yogyakarta (full)


MARKNEWS.ID, Yogyakarta – Seniman dan budayawan Butet Kartaredjasa menyebut saling ejek saat pemilihan umum (pemilu) sudah selesai. Sambil menunggu pengumuman siapa yang terpilih menjadi presiden para seniman dan budayawan menggelar acara tumpengan damai yang  dikemas secara santai, penuh guyonan (kelucuan dan lelucon) dan hiburan budaya, 28 April 2019.

“Sambil menunggu kewajiban konstitusi 22 Mei 2019, le nyek-nyekan (saling mengejek) wis rampung (sudah selesai). Saling meledek untuk kepentingan kelompok sudah selesai,” kata Butet saat di Legend Coffee,  Yogyakarta,  Senin, 22 April 2019.

Sejumlah komika dan pelawak turut diundang untuk mencairkan suasana. Diantaranya Cak Lontong,  Marwoto, Den Bagus Ngarso dan Yuningsih (Yu Beruk). Acara tumpengan digelar di Grand Pasific, Jalan Magelang Yogyakarta.

“Mari kita tunggu pengumuman tanggal 22 Mei dengan ceria penuh persatuan. Karena keberagaman dan perbedaan itu aset kita sebagai bangsa,” kata Butet.

Seniman Djaduk Ferianto menjamin penonton yang datang akan tertawa dari awal hingga akhir acara. Ia turut akan menghibur penonton dengan pertunjukan grup musiknya Sinten Remen.

“Saya akan bawakan lagu-lagu dari berbagai daerah dan lagu-lagu lawas kita hadirkan lagi. Pokoknya kita guyonan pol selama acara,” kata adik Butet ini.


Sejumlah seniman, budayawan, dan akademisi Yogyakarta yang tergabung dalam Alumni Jogja Satukan Indonesia (AJSI) akan menggelar tumpengan pemilu damai pada 28 April 2019 di Grand Pasific, Jalan Magelang Yogyakarta. Pelaksanaan tumpengan ini digelar sebagai upaya menyatukan kembali semua komponen bangsa pascapemilu.

Ketua AJSI, Ajar Budi Kuncoro menjelaskan tumpengan pemilu damai adalah upaya mendinginkan kembali suasana yang memanas.Sekaligus ajang perayaan suksesnya pelaksanaan pemilu 2019.

“Konflik sudah selesai dan kita harus move-on. Sudah saatnya kita hentikan perbedaan dan tindakan saling menghujat. Mari bersatu lagi,” kata dia.


Acara ini terbuka untuk semua kalangan masyarakat baik dari pendukung calon  calon presiden 01 dan 02.

Alumni Jogja Satukan Indonesia menginisiasi pesan damai pascapemilu. Pemenangnya adalah rakyat Indonesia. Saatnya bersatu kembali, tidak lagi ada istilah cebong dan kampret.

Alumni Jogja Satukan Indonesia diwakili sejumlah tokoh lintas elemen. Seperti Charis Zubair (Muhammadiyah), Ahmad Munjid (NU), Djaduk Ferianto (Nasrani), Butet Kartaredjasa (Budayawan).

Ajar menegaskan, Pemilu yang sudah digelar merupakan kemenangan rakyat Indonesia yang patut untuk disyukuri. Untuk hasil finalnya tetapi harus menunggu resmi real count dari KPU.

“Berbagai macam perbedaan, perselisihan, konflik, dan saling menghujat selama masa kampanye sudah saatnya untuk dihentikan,”kata dia.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar