Bejat, Guru Sekolah Dasar Cabuli Belasan Siswi


MAKRKNEWS.ID, Yogyakarta – Seorang oknum guru sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sleman menjadi tersangka penvabulan terhadap belasan siswi. Ada empat siswi kelas enam yang dilecehkan saat berkemah. Namun polisi menduga masih ada banyak siswi yang dicabuli, bukan hanya di saat kemah tetapi juga saat praktik menjelaskan reproduksi di kelas.

Guru berstatus pegawai negeri sipil berinisial S, 48 tahun itu masuk ke tenda dan memeluk siswi secara bergantian. Ia meraba-raba payudara dan kemaluan siswi. 

“Pelaku adalah wali kelas 6. Ia  melakukan perbuatan cabul saat siswinya mengikuti kegiatan perkemahan di wilayah Mororejo, Tempel, Sleman, Agustus 2019 lalu,” kata Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Kepolisian Resor Sleman Inspektur Satu Bowo Susilo, Selasa, 7 Januari 2020.

Saat berkemah itu, pada tengah malam sekitar pukul 23.00 WIB oknum guru itu datang ke lokasi perkemahan dan masuk ke tenda siswinya. Ia itu langsung tidur di tenda anak perempuan dan memeluk (ngeloni) empat korban secara bergantian. Tak hanya itu, pelaku juga meraba-raba payudara dan kemaluan siswi. Karena Korban menolak akhirnya pelaku langsung keluar dari tenda.

Setelah selesai perkemahan para siswi yang menjadi korban menceritakan kejadian yang mereka alami ke orang tua dan salah satu guru yang berkunjung ke perkemahan.   Orang tua korban langsung melapor ke polisi Sleman

“Korban mengadu ke orang tua dan langsung diteruskan ke Polres Sleman,” kata dia.

Saat  diintrogasi, pelaku sempat mengelak tidak mengakui perbuatannya. Namun karena korbannya lebih dari satu dan menyatakan hal yang sama, pelaku tidak bisa mengelak lagi.Dalam proses penyelidikan polisi Sleman, sedikitnya ada 12 siswi yang menjadi korban pencabulan oknum guru namun hanya empat yang mau melapor. 

Tak hanya di kegiatan perkemahan, saat di sekolahpun   guru bejat itu sering berperilaku tidak terpuji kepada siswi kelas enam. Ia mengancam para siswi jika melapor. Mereka diancam jika lapor maka  tidak lulus sekolah

Guru S yang bejat itu dikenakan pasal undang-undang Republik Indonesia nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.

FULL

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar