Banjir dan Longsor di DIY, Dua Orang Tewas, Tiga Hilang

Foto banjir di Bantul (ist)

Yogyakarta – Akibat hujan deras seharian di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),  Ahad, 17 Maret 2019, dua orang meninggal dunia dan tiga orang masih di alam pencarian. Para korban itu berada wilayah Imogiri Bantul DIY.

5Tim Search And Rescue (SAR) dan relawan masih mencari korban banjir dan longsor itu. Banjir dan longsor terjadi di berbagai wilayah. Korban meninggal dunia adalah Sudiatmoko, 80 tahun,  warga padukuhan Panjimatan, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri. Ia  tewas akibat tertimbun longsoran bukit di dekat rumahnya. Korban lainnya adalah Painem, 70  warga Padukuhan  Numpukan, Karangtengah, Imogiri akibat banjir.

“Dua orang yang meninggal dunia. Satu akibat banjir dan satu lagi akibat terkena timbunan tanah longsor,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto, 18 Maret 2019

Petugas dari BPBD Bantul bersama sejumlah relawan masih terus melakukan evakuasi terhadap korban lainnya. Selain itu pihaknya masih terus melakukan evakuasi di desa Wukirsari. Melalui masih mencari tiga korban yang dilaporkan hilang.

Mereka yang hilang adalah Eko Supadmi, warga  Pajimatan Rt.02 Kedungbuweng, Wukirsari, Imogiri. Lalu Rutfi, warga Pajimatan Rt.02 Kedungbuweng, Wukirsari,  Imogiri dan satu orang masih belum diketahui identitasnya,  namun merupakan warga Seloharjo, Pundong, Bantul.

Pelaksana Kepala BPBD DIY Biwara Yuswantana mengatakan penyebab banjir dan tanah longsor yang terjadi di Bantul karena meluapnya Sungai Oya dan Sungai  Celeng. Akibat pertemuan aliran  kedua sungai tersebut akhirnya meluap di kawasan Imogiri.

“Air mulai masuk ke pemukiman pada malam hari, masyarakat mengungsi, ” kata dia.


Dari data BPBD DIY terdapat 23 titik evakuasi dan pengungsian. Pagi ini warga sudah kembali ke rumah masing-masing karena air sudah surut sehingga warga kerja bakti membersihkan rumah.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar