Asiknya Lari Marathon di Pedesaan Bareng Bank Mandiri


MARKNEWS.ID, Yogyakarta – Mandiri Jogja Marathon diikuti oleh 7.500 pelari, Ahad, 28 April 2018. Start dan finish di lingkungan Candi Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Mandiri Jogja Marathon 2019 digelar dengan empat kategori dan dua nomor di masing-masing kategori, putra dan putri. Sebanyak 670 pelari mengikuti kategori full marathon 42 K, 1.530 pelari mengikuti kategori half marathon 21 K, 2.280 pelari mengikuti kategori 10 K, dan  3.000 an pelari mengikuti kategori 5 K.


Para pelari melintasi pedesaan di banyak desa di empat kecamatan dan tigabelas desa. Melintasi persawahan dan kampung yang banyak penduduknya membuat suasana semakin asik. Bahkan di beberapa spot desa disuguhi atraksi budaya seperti bergada (prajurit keraton), jathilan, tarian dan musik tradisional.

“Mandiri Jogja Marathon semakin baik. Animo masyarakat memang sangat tinggi. Mereka senang dengan olahraga simpel yang bisa dilakukan dengan komunitas. Generasi muda juga banyak yang turut dalam kegiatan ini,” kata Rini Soemarno,  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ikut lari 5 K, Ahad, 28 April 2019.

Para wisatawan berbondong datang ke acara ini untuk ikut lari yang dikemas dalam sport tourisme ini. Rini didampingi Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Widiatmodjo yang melepas start Mandiri Jogja Marathon 2019. Tampak juga Bupati Sleman Sri Purnomo yang iki lari 10 K. Juga Kepala Polda Daerah Istimewa Yogyakarta Inspektur Jenderal Ahmad Dofiri.


Rini yang finish dengan catatan waktu 51 menit lebih 6 detik tampak ceria dan bercucuran keringat. Ia menyebut yang penting sehat dan bergaya.

“Sebelumnya memang tidak ada latihan khusus. Pokoknya lari saja,” kata Rini.

Olahraga lari saat ini memang sudah menjadi gaya hidup. Apalagi dikemas dalam wisata olahraga. Bahkan justru 81,31 persen peserta Mandiri Jogja Marathon 2019 dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menurut Vice President Corporate Communications Bank Mandiri Rudi As Aturridha, animo pecinta olahraga lari sungguh luar biasa. Lomba olahraga yang dipadukan dengan pariwisata atau disebut sport tourisme ini memang sedang menjadi tren.

Masyarakat di pedesaan juga dilibatkan. Mereka menghias desa dan menyajikan atraksi budaya.

Tahun ini merupakan perhelatan Mandiri Jogja Marathon yang ke 3.

“Kami terus meningkatkan kualitas Mandiri Jogja Marathon agar ke depan event ini dapat menjadi kalender tetap para pelari dari berbagai negara,” kata Rudi.

FULL

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar