Ada Rumah Singgah Penderita Kanker di Yogyakarta

Dialog peranan masyarakat dan korporasi untuk penanggulangan kanker pada anak di Rumah Kita Yayasan Kanker Anak Indonesia Yogyakarta,  Jumat, 20 September 2019. Diikuti oleh para orang tua pasien kanker dan masyarakat. Kanan adalah Eka Wibawa, Ketua YKAKI Yogyakarta dan kiri adalah Dokter Spesialis Anak RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, dr. Pudjo Hagung Widjajanto, Sp.A(K), PhD. (Full)


MARKNEWS.ID, Yogyakarta – Para penderita kanker, terutama kanker darah yang berobat di Daerah Istimewa Yogyakarta ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Meskipun biaya pengobatan ditanggung BPJS Kesehatan, namun bagi yang tidak mampu masih harus mengeluarkan banyak biaya terutama yang berasal dari luar daerah.

Contohnya, jika pasien daribluar daerah belum mendapatkan kamar inap di Rumah Sakit Umum Pusat Sardjito,  otomatis harus mengeluarkan biaya lebih untuk penginapan.  Keluarga anak penderita kanker dari luar daerah pasti harus menemani.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta ada sebuah rumah singgah bagi pengeditan kanker. Tepatnya rumah berlantai dua di Jl. Bangau No. 8, RT 2/RW 4, Sari Harjo, Ngaglik, Sedan, Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Rumah singgah itu dikelola oleh Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAKI) Yogyakarta.

“Kami punya lima kamar dengan kapasitas 15 bed (tempat tidur), bisa 15 anak dan satu pendamping,kalau toh penuh, pendamping bisa memakai bed di luar kamar,” kata Eka Wibawa, Ketua YKAKI Yogyakarta,  akhir pekan lalu.

Memang pasien harus ada pendamping. Selain masih anak-anak,  juga kebutuhan pasien sangat memerlukan perhatian yang lebih.

Penyakit kanker yang menyerang anak memang membutuhkan penanganan dengan keahlian, sarana, dan prasarana. Penyakit kanker yang menimpa pada anak, menjadi beban yang kompleks.

Di rumah singgah ini, pasien dan pendamping (kadang lebih dari satu orang) disediakan banyak fasilitas.  Ada makan sehari tiga kali, keperluan sehari-hari untuk mandi, cuci dan kakus (MCK) hingga sekolah anak.

Khusus sekolah anak, penderita kanker pasti tidak sekolah kalau sedang berobat. Supaya tidak ketinggalan pelajaran, YKAKI memberi bimbingan dan pelajaran sesuai jenjang sekolah mulai dari SD hingga SMA.

Memang, kata dia kebutuhan para pasien dari luar daerah Yogyakarta menjadi beban tersendiri terutama bagi yang kurang mampu. Di rumah singgah ini para pasien dan pendamping tidak secara gratis menggunakan fasilitas. Namun nilainya sangat kecil. Yaitu hanya Rp 5.000 per hari sudah dapat semua fasilitas.

“Artinya itu bukan untuk hitung-hitungan. Supaya orang tua punya rasa kepedulian, kalaupun tidak bisa bayar, ya kami bebaskan (dari membayar Rp 5.000), jika dibandingkan pengeluaran kami itu sangat kecil sekali,” kata Eka.

Para pasien penyakit kanker dari luar daerah Yogyakarta yang ada menghubungi pihak yayasan bahkan dijemput di terminal, bandara maupun di stasiun dengan mobil yang disediakan. Jika harus kontrol berobat ke rumah sakit, sebuah mobil dengan sopir telah siap mengantar.

Eka menyebut, para penderita kanker darah ini ada umur tiga bulan hingga 18 tahun. Mereka masih tergolong anak-anak. Tapi paling banyak adalah yang berusia di bawah umur tujuh tahun. Karena semakin bertambah umur penyakit kanker darah semakin berkurang.

Soal berapa lama para pasien kanker ini tinggal di rumah singgah itu tergantung kondisi pasien.  Ada yang hanya satu hari tapi ada juga yang pernah tinggal di rumah itu selama dua tahun.

Para donatur banyak yang mendonasikan dana ke yayasan itu. Salah satunya dari

Alfamart yang menyalurkan dana masyarakat ke yayasan itu.

Donasi Konsumen periode 1-31 Juli 2019 diberikan di Rumah Kita YKAKI Yogyakarta, Jumat, 20 September 2019. Total donasi konsumen senilai Rp 1.246.519.005.


Gunawan, Deputy Branch Manager Alfamart mengucapkan  terima kasih kepada seluruh konsumen Alfamart. Karena bantuan yang diberikan kepada YKAKI ini adalah hasil penggalangan donasi konsumen Alfamart periode bulan Juli 2019.

“Seluruh hasil yang didapat disalurkan oleh YKAKI, untuk membantu operasional Rumah Kita bagi anak-anak penderita kanker. Alfamart mengajak konsumen untuk ikut aktif membantu adik-adik kita ini, dengan memberikan donasi yang bermanfaat,” jelas Gunawan.

Hasil donasi itu setidaknya bisa meringankan biaya orang tua saat mengantarkan anaknya berobat untuk kesembuhan. Sekaligus fasilitas yang ada di Rumah Kita bisa memberikan anak-anak waktu dan tempat yang menyenangkan walaupun dalam proses pengobatan di rumah sakit  

Gunawan menambahkan uluran tangan konsumen ini bisa membuktikan bahwa sekecil apapun donasi yang diberikan memberi arti besar bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.

Pengurus YKAKI, Nugroho mengatakan, peran perusahaan atau masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu anak-anak penderita kanker. Tidak semua daerah telah tersedia fasilitas pengobatan kanker yang memadai, sehingga mengharuskan untuk berobat di kota lain dan tidak jarang menghabiskan waktu berhari-hari.

“Anak-anak penderita kanker memiliki hak tetap menikmati waktu untuk belajar dan bermain meski dalam masa pengobatan, Rumah Kita YKAKI ini berusaha memberikan anak-anak kesempatan tersebut,” kata dia.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar