Status Waspada, Awan Panas Merapi Belum Membahayakan Penduduk


Yogyakarta – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi tercatat secara fluktuatif kadang mengeluarkan awan panas, kadang-kadang terjadi guguran dan kadang-kadang tidak terjadi guguran. Status gunung ini masih pada level II atau waspada.

Maksimal luncuran lava dan guguran material tercatat hingga 2 kilometer dan berpotensi hingga 3 kilometer.  Masyarakat lereng gunung itu masih aman.

“Jarak luncur guguran lava dan awan panas saat ini maksimum 2000 meter dan masih berpotensi terjadi dengan jarak luncur kurang dari 3000 meter. Dengan demikian belum mengancam keselamatan penduduk di pemukiman yang berjarak paling dekat 4.5 kilometer dari puncak Merapi,” kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Hanik Humaida,  Kamis, 21 Februari 2019.

Apabila terjadi atau berpotensi terjadi awan panas dengan jarak luncur melebihi 3000 meter  maka rekomendasi tingkat aktivitas akan dievaluasi. Sehingga masyarakat tetap waspada Dika sewaktu-waktu akan terjadi luncuran awan panas yang melebihi jarak itu.

Secara fluktuatif, aktivitas  Merapi sejak 29 Januari 2019 memasuki fase pembentukan guguran lava dan awan panas guguran. Pada 29 Januari terjadi sebanyak 3 kali dengan jarak luncur
maksimum 1400 meter. Pada 7 Februari terjadi 1 kali dengan jarak luncur 2.000 meter. Pada 11 Februari terjadi 1 kali dengan jarak luncur 400 meter.

Pada 18 Februari terjadi sebanyak 7 kali dengan jarak luncur maksimum 1.000 meter. Volume kubah lava sebesar 461.000 meter kubik terhitung pada tanggal 22 Januari 2019, relatif tetap sampai dengan saat ini.

Ia menyatakan, material ekstrusi lava sebagian besar langsung meluncur membentuk guguran lava atau awan panas guguran. Aktivitas kegempaan sebulan terakhir berupa gempa VB 14 kali, MP 39 kali, LF 34 kali, DG 81 kali, dan RF 1216 kali.

“Secara keseluruhan mengalami peningkatan dibanding dengan periode sebelumnya. Hal ini menandakan bahwa suplai magma ke permukaan masih berlangsung dan cenderung meningkat,” kata dia.

Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG Agus  Budi Santoso menambahkan,masyarakat yang berada di Kawasan Rawan Bencana III, diimbau untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa, serta selalu mengikuti informasi aktivitas Merapi.

“Radius 3 kilometer dari puncak  Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk,” kata dia.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar