Potensi UMKM Sleman Harus Dioptimalkan


MARKNEWS.ID, Yogyakarta – Kabupaten Sleman memiliki banyak potensi, baik itu potensi alam maupun sumber daya manusianya. Untuk mengetahui wajah Sleman secara utuh, tidak hanya melihat sekitar Jalan Kaliurang, namun juga Sleman bagian timur dan barat. Juga banyak usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Jalan Kaliurang, yang menjadi wajah Sleman hari ini memang menunjukkan Sleman yang modern, sejahtera dan inovatif. Namun di sisi lain Jalan Kaliurang juga mengandung permasalahan yang kompleks,” kata Dr. Najib Ali Gisymar, SH, M.Hum, pengacara dan likuidator.


Dalam pandangan Najib, agar kesejahteraan masyarakat Sleman meningkat, selain diperlukan inovasi juga perlu dioptimalkan sinergi antara pemerintah daerah, organisasi sosial dan jaringan warga. Tugas pemerintah tentu menyiapkan infrastrukturnya dan skema pendanaannya.


Najib yang oleh beberapa pihak digadang-gadang untuk ikut maju dalam kontestasi Pemilihan Bupati Sleman 2020, mewanti-wanti agar pembangunan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat, jangan sampai justru merusak lingkungan dan budaya.

“Kalau bicara pariwisata, di Sleman cocok untuk pengembangan ekowisata, destinasi wisata dengan tetap memperhatikan konservasi lingkungan dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam serta budaya masyarakat lokal,” kata Najib.


Sebagai praktisi hukum di bidang hukum bisnis dan investasi, Najib melihat UMKM di Sleman sebenarnya memiliki potensi untuk lebih berkembang, karena UMKM di Sleman cukup aktif melakukan inovasi sehingga muncul kreasi-kreasi baru sesuai selera pasar.

“Saya sudah keliling di 17 kecamatan di Sleman, bertemu dengan UMKM Sleman, dari sisi produk sudah bagus. Namun mereka banyak menghadapi kendala saat berhadapan dengan buyer, terutama buyer asing. Karena itu saya berinisiatif mengadakan pelatihan membuat kontrak secara gratis bagi para pelaku UMKM di Sleman, agar mereka memiliki kemampuan bernegosiasi dengan buyer besar,” kata dia.

Menurut alumnus Fakultas Hukum UII ini, tujuan utama pembangunan adalah kesejahteraan dan keadilan. Keadilan pembangunan harus bisa dirasakan oleh masyarakat, jangan sampai pembangunan justru merugikan masyarakat. Oleh sebab itu pemerintah dan warga masyarakat perlu duduk bersama merumuskan pembangunan Sleman ke depan. Khususnya berkaitan dengan pengembangan UMKM, pengelolaan sumber daya alam, pengoptimalan SDM dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk membangun Sleman modern.

“Sleman ke depan adalah Sleman yang inovatif dan sejahtera. Sleman ke depan adalah Sleman yang mampu mengelola keragaman dan pluralitas,” kata Najib.

Full

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar