Pertamina Siapkan Siapkan Empat Tangki Kapasitas 4.000 Kiloliter Avtur di Bandara YIA


MARKNEWS.ID, Yogyakarta – Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV Wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan pasokan dan penyaluran bahan bakar avtur untuk pesawat udara di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) dapat berjalan secara optimal menjelang akan segera dioperasikannya bandara tersebut.

General Manager Pertamina Marketing Operation Region IV, Tengku Fernanda mengatakan saat ini Pertamina mengoperasikan kantor satelit atau kantor pengawas di Bandara YIA, sambil menunggu pembangunan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) yang akan rampung pada Oktober 2020.

“Rencananya, fasilitas DPPU tersebut akan dilengkapi dengan  empat tangki timbun dengan kapasitas masing-masing sebanyak 1.000 Kiloliter.  Juga fasilitas pengisian avtur Fuel Hydrant System atau melalui dengan sistem bawah tanah sebanyak 44 unit,” kata Tengku, Senin, 29 April 2019.

Fuel Hydrant System ini dibangun untuk memenuhi standar operasional distribusi bahan bakar di Bandara berskala Internasional.  Sehingga tidak perlu lagi mobil tangki hilir mudik dari pesawat satu ke yang lainnya.



Tengku mengatakan, meskipun saat ini baru berupa kantor satelit, namun pelayanan Avtur di YIA telah dapat disalurkan menggunakan dua unit kendaraan refueller dengan kapasitas masing-masing  6 tangki modular avtur dengan kapasitas masing-masing 23 kiloliter. Jumlah tersebut terbilang cukup mengingat rata-rata konsumsi di bandara YIA saat ini kurang lebih 10 kiloliter per hari.


Ia menambahkan, untuk pasokan avtur di bandara YIA akan disuplai dari Terminal BBM Rewulu, dengan alternatif titik suplai dari Terminal BBM Cilacap. Saat ini, konsumsi avtur untuk pesawat udara di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berkisar antara 200 kiloliter  perhari.

“Jumlah tersebut berasal dari penyaluran avtur di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta. Dengan beroperasinya bandara YIA, Pertamina memprediksi akan terjadi peningkatan konsumsi avtur sebanyak 5-10 persen  atau sebanyak 210-220 kiloliter per hari. Tentu nantinya jumlah tersebut akan terus naik seiring bertambahnya jumlah penerbangan,” kata dia.

Dalam memenuhi kebutuhan avtur di bandara YIA, pihak Pertamina juga terus berkoordinasi dengan otoritas bandara  sebagai salah satu upaya yang maksimal seiring akan dioperasikannya bandara tersebut.

“Secara keseluruhan Pertamina telah siap dan kami memastikan pasokan dan penyaluran avtur di bandara YIA aman,” kata Andar Titi Lestari,  Unit Manager Communication & CSR MOR IV Pertamina.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar