Kaum Muda Didorong Manfaatkan Internet untuk Tingkatkan Produktivitas

Anggota Komisi I DPR RI Sukamta

MARKNEWS.ID, Yogyakarta – Anggota Komisi I DPR RI Sukamta mendorong kaum muda untuk memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas.  Sebelum marak dunia digital dengan internetnya, para pelaku usaha hanya bisa menjual sedikit barang.

Tetapi,  kata dia, setelah mengenal dunia digital, penjualan dari para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah bisa meningkat berlipat-lipat.  

“Dulu ada penjual batik yang seminggu hanya Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Setelah mengenal dunia digital bisa meningkat jadi Rp 700 ribu hingga Rp 800 ribu,” kata Sukamta di sela diskusi Publik Peningkatan Produktivitas di Era Digital, di Ballroom Hotel Merbabu Merapi Sleman, Sabtu, 30 November 2019.


Diskusi ini diselenggarakan Bakti (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika) Kementerian Komunikasi dan Informatika. Para narasumber selain Sukamta juga ada Gun Gun Siswadi selaku Tenaga Ahli Redesain USO serta Iffah M Dewi,  pengusaha muda pemilik Sogan Batik Sleman.

Sukamta juga menyontohkan ad pengusaha susu kambing yang pasarnya sudah dibuat dan sudah bagus.  Kemudian dikenakan dengan dunia digital  lalu menata managemen melalui digital. Jika  ada masalah produktivitas, ternyata dengan teknologi digital bisa dilakukan manajemen secara digital sehingga produktivitas susu menjadi meningkat sampai 34 persen.


Untuk kamu muda ataukah disebut kaum milenial juga didorong untuk semakin produktif dengan menggunakan teknologi informasi digital. Pemerintah juga menyediakan program bagi mereka.

Antara lain pelatihan-pelatihan khusus buat mereka, bagaimana memasarkan produk melalui teknologi informasi ini. Kegiatan ini  isinya pelatihan untuk UMKM supaya nyambung ke digital dan dilakukan secara rutin.

“Untuk anak-anak muda ini kita juga ada program namanya Digital Talent. Digital talent ini pelatihan-pelatihan untuk masuk ke dunia digital.  Ini cukup besar programnya,  kerjasama dengan universitas- universitas yang ada. Di Yogya kerjasama dengan UGM,” kata Sukamta.

Ia juga mendorong masyarakat pengguna handphone untuk produktif. Misalnya membuat konten di YouTube dengan isi kedaerahan.  Misalnya lokasi wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta yang sangat banyak dan menarik.

“Kita ingin supaya penggunaan handphone diarahkan untuk hal-hal yang produktif dan selama ini boleh jadi bisa hanya sekedar untuk hiburan bahkan hanya untuk interaksi sosial  yang tidak produktif,” kata dia.

Bahkan, jika produktif di YouTube seorang youtuber bisa menghasilkan uang jutaan rupiah per bulan. Para youtuber bisa mengangkat potensi industri batik di Daerah Istimewa Yogyakarta yang sangat menarik.

Gun Gun menyatakan sekarang memang zaman teknologi digital.  Dengan zaman teknologi informasi ini semakin jelas apa yang akan didapat.

Contohnya di bidang transportasi. Dulu masyarakat untuk naik ojek tidak jelas tarif dan lokasi yang dituju. Kini dengan adanya ojek daring, pengguna ojek langsung tahu ke mana arah yang dituju dan berapa tarifnya.

“Kita jadi tahu, waktu, arah dan tarifnya. Ini baru di bidang transportasi,” kata dia.

FULL

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar