Heboh, Ada 600 Kasus Cerai di Kulon Progo per Tahun

MARKNEWS.ID, Yogyakarta – Angka perceraian di Kabupaten Kulon Progo tergolong mencengangkan. Ada 600 kasus perceraian dalam satu tahun.

Maka, bimbingan perkawinan perlu dilakukan untuk mempersiapkan diri bagi calon pengantin dalam membentuk keluarga. Diharapkan dengan adanya bimbingan itu akan membuat keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah (samara).

“Bimbingan perkawinan bermanfaat untuk mempersiapkan diri bagi calon pengantin dalam membentuk keluarga yang samara dan  akan tercipta baiti jannati, rumahku surga ku,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kulon Progo, H. Nurudin, S.H., M.A., saat menjadi narasumber acara bimbingan perkawinan bagi calon pengantin di kantornya,Rabu, 24 April 2019.

Ia menegaskan adanya kebijakan penyelenggaraan bimbingan perkawinan juga  dilatarbelakangi banyaknya kasus perceraian dan pernikahan dini atau dibawah umur. Dalam satu tahun, jumlah pernikahan di Kulon Progo sekitar 2.700. Sedangkan data dari Pengadilan Agama angka perceraiannya sekitar 600 per tahun.

“Tentunya ini tidak sejalan dengan tujuan perkawinan,” kata Nurudin.

Jumlah kasus  pernikahan dini ada  sekitar 50-an. Sekarang ini Pengadilan Agama banyak tidak mengabulkan dispensasi nikah di bawah umur. Karena itu Bimbingan Perkawinan ini sekaligus sebagai sosialisasi.

“Sampaikanlah informasi ini kepada saudara, keluarga dan tetangga agar menjaga pergaulan, jangan sampai terjadi hamil di luar nikah,” pesan Nurudin.

Alasannya, kalau sampai terjadi kehamilan di luar nikah, sedang Pengadilan Agama tidak memberikan dispensasi nikah, otomatis KUA (kantor Urusan Agama) tidak bisa mencatat peristiwa nikah tersebut. Akibatnya, anak yang lahir di luar nikah pada akte kelahiran tidak akan tercatat nama ayah.

“Setelah anaknya umur belasan tahun tentunya akan bertanya, siapakah ayahnya. Tentunya secara psikologis hal ini akan susah dijawab,” kata dia.

Untuk itu Nurudin berharap agar dalam membangun rumah tangga, semua calon pengantin meluruskan niat. Niat menikah itu dengan tujuan  beribadah.

“Sehingga masing-masing akan berusaha untuk selalu menjaga keharmonisan rumah tangga,” kata Nurudin.

Ia memberi tips agar keluarga bisa harmonis. Antara suami dan istri harus saling jujur, terbuka, komunikasi, percaya dan musyawarah. Selain itu juga harus saling memahami dan saling memaafkan.

“Semua harus berusaha untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain, karena kebahagiaan dalam rumah tangga tak hanya bergantung pada suami istri saja, namun juga terpengaruh pada hubungan keluarga. Rumah tangga akan bahagia dengan empat hal, lisan yang selalu berdzikir, hati selalu bersyukur, sabar saat terkena musibah dan antara suami-istri bisa menjaga diri dan hartanya,” peaan Nurudin.

MUH SYAIFULLAH

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar