Fakultas Pertanian UNS Dampingi UKM di Sukoharjo 

Fakultas Pertanian UNS Dampingi UKM di Sukoharjo  (ist)

 

Marknews.id, Surakarta– Research Group Manajemen dan Inovasi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret mengadakan kegiatan pengabdian atau kemitraan bagi masyarakat di Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan ini berlangsung di Desa Karangale Kadokan Grogol Sukoharjo. Ini merupakan program Hibah Riset Group Non APBN UNS tahun anggaran 2021. 

“Kegiatan pengabdian merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, dengan melakukan kemitraan dengan UKM Murni Snack yang memproduksi makanan ringan berupa cumi-cumi dan stick,” kata  Dr. Ir. Kusnandar, Ketua Research Group Manajemen dan Inovasi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret, Kamis, 26 Agustus 2021.

Riset Group ini diketuai oleh Dr. Ir. Kusnandar, MSi dengan anggota Prof. Dr. Ir. Mohd. Harisudin, MSi., Dr. Erlyna Wida Riptanti, SP., MP., Nuning Setyowati, SP., M.Sc., R. Kunto Adi, SP., MP., Aulia Qonita, SP., MP., dan Isti Khomah, SP., MSi.

UKM yang dibina tersebut sudah memproduksi makanan ringan yang terbuat dari campuran tepung terigu, telur dan bumbu dan sudah mulai melakukan produksi sejak tahun 90an. Namun meskipun sudah lama berdiri, tetapi pemasaran masih terbatas di Sukoharjo dan belum bisa melakukan pemasaran secara online. 

Apalagi dengan kondisi pandemi saat ini terjadi penurunan omset karena daya beli masyarakat yang menurun dan adanya kebijakan PPKM yang diterapkan oleh pemerintah. Saat ini UKM sudah dikelola oleh generasi kedua yang lebih terbuka terhadap inovasi dan teknologi. 

Tim pengabdi sudah melaksanakan rangkaian kegiatan sejak bulan Juni 2021. Metode-metode yang dipakai adalah terdiri dari sosialisasi, introduksi alat berupa hand sealer beserta kemasan yang marketable, pelatihan digital marketing dan monitoring. 

Sebelum melakukan pendampingan terhadap UKM, terlebih dahulu tim pengabdi melakukan sosialisasi, untuk memberikan info terhadap UKM tentang kegiatan yang akan dilakukan. Introduksi hand sealer dimaksudkan agar UKM Murni dapat mengemas atau packing kemasan menjadi lebih aman dan rapi. Karena masih menggunakan plastik kemasan biasa, maka Tim pengabdi mengintroduksikan kemasan yang marketable, salah satu contohnya adalah kemasan model standing pouch. Sebelumnya didahului dengan pendampingan membuat desain label kemasan sehingga produk menjadi lebih enak dan menarik untuk dilihat dan menyebabkan konsumen tertarik untuk membeli. 

Untuk memperluas pemasaran produk cumi-cumi dan stick, tim pengabdi memberikan pelatihan digital marketing dengan memberikan panduan-panduan di dalam memasarkan produk, memberikan tips dan triks di dalam pemasaran. 

Program Pengabdian atau Program Kemitraan Masyarakat ini diharapkan bisa untuk meningkatkan usaha Cumi-Cumi dan Stick sehingga pemasaran menjadi lebih luas, tidak hanya terbatas di Kabupaten Sukoharjo saja, namun bisa sampai ke luar kota. Apalagi dengan didukung dengan munculnya banyak market place yang bisa digunakan sebagai sarana untuk transaksi jual beli, yang sangat membantu terutama saat kondisi pandemi seperti ini. 

“Dengan demikian dapat membantu UKM di dalam menghadapi penurunan omset akibat adanya pandemic Covid-19 saat ini,” kata Kusnandar.

FULL

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar