Dibimbing UNS, Usaha Keripik Basreng Semakin Moncer

Dibimbing UNS, Usaha Keripik Basreng Semakin Moncer

 

Marknews.id, Surakarta – Keripik basreng atau bisa disebut dengan keripik bakso goreng, merupakan makanan ringan yang dibuat dari tepung tapioka, telur, mie telur, minyak goreng. Juga dengan bahan lain yang terdiri dari bawang putih, garam dan penyedap rasa.

Salah satu UKM (Usaha Kecil dan Menengah) yang punya usaha ini adalah UKM Suki yang berada di Majasto, Tawangsari, Sukoharjo, Jawa Tengah. UKM sudah menjalankan usaha sejak tahun 2018 dengan menggunakan alat-alat yang sederhana. UKM Suki merupakan UKM mitra dari kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS).

“Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas usaha keripik basreng agar semakin meningkat dan berkembang, sehingga terjadi peningkatan keuntungan,” kata Dr. Ir. Kusnandar, Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Program Kemitraan Masyarakat (PKM), Kamis, 26 Agustus 2021.

Karena, kata dia selama ini UKM Suki memproduksi kripik basreng dengan cara manual sehingga tidak efisien dari segi waktu, kemasan yang digunakan masih sederhana, dan label kemasan hanya menggunakan kertas putih.

Universitas Sebelas Maret melakukan kegiatan pengabdian masyarakat sebagai perwujudan dari salah satu elemen Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dengan menciptakan hubungan baik antara universitas dengan masyarakat melalui transfer ilmu yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan.

Kegiatan ini diketuai oleh ini diketuai oleh Dr. Ir. Kusnandar, MSi dengan anggota Prof. Dr. Ir. Mohd. Harisudin, MSi., Aulia Qonita, SP., MP dan Dr. Erlyna Wida Riptanti, SP., MP dari Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret.

Tim pengabdi melakukan rangkaian kegiatan sejak bulan Juni 2021, yang diawali dengan adanya sosialisasi kegiatan, introduksi teknologi tepat guna berupa mesin pencampur adonan, meja stainless steel multifungsi dan hand sealer; introduksi kemasan yang marketable dan pendampingan di dalam pembuatan desain label kemasan. Dengan adanya mesin pencampur adonan maka proses produksi menjadi lebih cepat dan efisien, sehingga target produksi bisa tercapai.

Meja stainless steel dimanfaatkan untuk meletakkan irisan adonan yang akan dan sudah digoreng. Hand sealer digunakan untuk mengepres kemasan marketable berupa standing pouch yang dilengkapi dengan label kemasan yang menarik, rapi dan kekinian.

Dengan adanya dukungan dari UKM Suki maka kegiatan pengabdian ini menjadi berhasil. Karena UKM Suki sangat antusias di dalam menerima saran masukan dan materi dari Tim Pengabdi dan menerapkannya di dalam kegiatan usaha yang dijalankan.

Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas usaha keripik basreng, sehingga dapat memenuhi permintaan pasar dan memperluas pemasaran melalui iklan pada story WhatsApp, instagram, google my business. Saat ini produk Keripik Basreng sudah diikutkan sebagai produk unggulan desa,” kata Kusnandar.

FULL

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar