Bank Indonesia Gencarkan Penggunaan QRIS


MARKNEWS.ID, Yogyakarta – Bank Indonesia gencar mengampanyekan penggunaan QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard). QRIS menjadikan pembayaran non tunai lebih menjangkau seluruh masyarakat, mudah, aman, efisien dan cepat.

Pembayaran non tunai sudah sering digunakan. Contohnya yaitu OVO, GoPay dan LinkAja. Bank Indonesia bahkan mewajibkan  seluruh penyedia layanan pembayaran nontunai menggunakan sistem.

“Para penyedia jasa pembayaran non tunai harus segera mengganti kode-kodenya sekarang yang belum Indonesian Standard, jadi sekarang ini pakai yang belum bisa diakses oleh Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) lain,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta, Hilman Tisnawan usai seminar Outlook Ekonomi 2020 di Universitas Ahmad Dahlan, Rabu, 29 Januari 2020.

Bank Indonesia melakukan kerja sama dengan beberapa pihak. Di tahap awal masih dalam teknis penggantian. Bank Indonesia mewajibkan penggunaan QRIS mulai Januari ini.

“Kami tidak memberi waktu perpanjangan. Tapi ini wajib diganti (kode-kodenya), QRIS itu untuk efisiensi,inklusif,” kata dia.

Kata dia, efisiensi itu penting. Untuk apa banyak provider untuk pembelian barang (merchant). Ia menyontohkan seorang penjual gudeg tidak perlu punya host banyak. Cukup satu saja menggunakan QRI bisa untuk menerima pembayaran dari banyak penyedia jasa pembayaran non tunai (OVO, GoPay, Dana dan LinkAja).

“Pembelinya dari banyak PJSP tapi penjual gudeg cukup punya satu saja,” kata Hilman.

QRIS ini  berlaku untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based (e-money), dompet elektronik, atau mobile banking. Yang sudah banyak dikenal maayarakat pengguna uang digital adalah OVO, Dana, GoPay dan LinkAja.

Bank Indonesia  menyerahkan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa kotak amal kepada Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan yang memiliki tanda “Beramal Melalui QRIS”. Bahkan untuk menambung para pemberi infak yang tidak membawa uang tunai, bisa menggunakan uang digital untuk infak masjid.

QRIS merupakan inovasi di era keuangan digital, yaitu standar QR Code pembayaran untuk sistem pembayaran Indonesia yang dikembangkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Saat ini QRIS menjadikan pembayaran non tunai lebih menjangkau seluruh masyarakat, mudah, aman, efisien dan cepat. Sehingga memperlancar masyarakat dalam menyalurkan amalnya. 

Sementara di sisi tunainya, kotak amal tersebut memberikan himbauan merawat rupiah dengan tips “5 jangan”. Yaitu Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, dan Jangan Dibasahi. 

Gerakan tersebut sebagai upaya edukasi kepada masyarakat untuk merawat dan mencintai rupiah sehingga dapat berdampak terhadap turunnya peredaran uang lusuh.

Tantowi, salah satu pengurus masjid di Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan tidak menampik adanya uang digital. Yang ingin beramal dengan bentuk apa saja bisa, termasuk uang digital itu.

“Sesuai perkembangan zaman. Tapi masih banyak juga yang menggunakan uang tunai,” kata dia.

FULL

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar