Asmindo Yogyakarta Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0


Para pengurus Asmindo Daerah Istimewa Yogyakarta 2019-2024

MARKNEWS.ID, YOGYAKARTA -Para pengurus dan anggota Asmindo Yogyakarta (Asosiasi Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia) Daerah Istimewa Yogyakarta ingin lebih greget dalam industri kerajinan dan mebel. Asmindo menggelar Musyawarah Daerah (Musda ke-VII)  2019. 

Musda dilakukan  di Restoran Omah Dhuwur di Kawasan Kotagede Yogyakarta, pada 20 Desember 2019. Tema yang diangkat ‘bangkit menuju revolusi 4.0’. Dalam musyawarah daerah tersebut, Timbul Raharjo kembali terpilih sebagai ketua untuk lima tahun ke depan atau periode 2019-2024.

 “Tantangan ke depan akan jauh lebih berat. Karena itu, diperlukan soliditas dan sinergi yang kuat dengan berbagai sektor,” kata Timbul, Jumat, 20 Desember 2019. 

Ia menyatakan saat ini para perajin Indonesia harus bersaing dengan berbagai negara asing terutama di negara Asia seperti Vietnam. Pengusaha Indonesia belum mampu bersaing dengan Vietnam yang berhasil mengekspor mebel senilai Rp 7 miliar dollar setahun. Pengusaha Indonesia di bidang kerajinan dan mebel baru mampu ekspor senilai Rp 1.6 milliar dollar dalam satu tahun.

“Karena di Vietnam pemerintahnya benar-benar banyak memberikan kemudahan termasuk urusan perizinan dan pajak  serta upah tenaga kerja yang murah,” kata Timbul.

Pengurus DPP Asmindo, Endro Wardoyo menambahkan, dalam catatan,  Asmindo sudah berusia 30 tahun. Sehingga, Asmindo telah memiliki berbagai kematangan dalam berolah organisasi.

Salah satu bentuk istimewa dari Yogyakarta ini ialah pilihan ketuanya secara aklamasi dan mencerminkan keguyuban ke-80 anggotanya yang hadir dalam acara tersebut.

“Semoga Yogyakarta menjadi inspirator bagi pengusaha lain.  Mengingat banyaknya kualitas SDM yang kreatif dan para pengusaha Asmindo benar-benar menempatkan kreativitas sebagai bagian penting pengembangan usahanya,” jelas Endro.

FULL

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Harus diisi *

0 komentar